Kuat Bantah Susi ART Sambo soal Ancam Bunuh Yosua: Tidak Benar Itu

ADVERTISEMENT

Kuat Bantah Susi ART Sambo soal Ancam Bunuh Yosua: Tidak Benar Itu

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 05:33 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Kuat Maruf menjalani sidang lanjutan dengan agenda putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).
Kuat Ma'ruf (Foto: Pradita Utama-detikcom)
Jakarta -

Ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso mengingatkan tentang kesaksian dari asisten rumah tangga (ART) keluarga Ferdy Sambo, Susi yang menyebut Kuat Ma'ruf mengancam membunuh Brigadir N Yosua Hutabarat saat di rumah di Magelang, Jawa Tengah. Kuat lalu membantah dan menyebut kesaksian Susi itu tidak benar.

Hal itu terungkap saat Kuat bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu di PN Jaksel, Senin (5/12/2022).

"Saudara Kuat saudara masih ingat saat Susi jadi saksi di persidangan saudara dan saat saya tanya kesaksian Susi bagaimana saudara tidak mengatakan apapun saat itu, Susi mengatakan Susi melihat saudara mengancam kepada korban, 'Kalau kamu naik ku bunuh kau' betul?" tanya hakim Wahyu.

Kata Kuat, dirinya sempat menyanggah kesaksian Susi soal melarang Yosua naik satu langkah. Kuat lagi-lagi bersikeras tidak pernah mengancam membunuh Yosua.

"Tapi waktu itu kan sudah saya sanggah," kata Kuat.

"Saudara nggak menyanggah," timpal hakim Wahyu.

"Karena waktu itu Susi mengatakan jangan naik satu langkah lagi seingat saya bahasanya seperti itu," jawab Kuat.

"Jangan naik satu langkah lagi kan begitu?" tanya hakim lagi.

"Tidak ada bahasa ku bunuh," ungkap Kuat.

Hakim Wahyu lalu bertanya kembali bagaimana tanggapan Kuat terkait kesaksian Susi soal pengancaman itu. Kuat masih tetap dengan keterangannya dan menyebut kesaksian yang disampaikan Susi itu tidak benar.

"Kaitannya sama cuma nanya pada keterangan Susi gitu lho, bagaimana terhadap keterangan Susi yang itu?" tanya hakim Wahyu.

"Nggak benar kalau kata saya, karena saya mengalami itu," jawab Kuat.

Seperti diketahui, Kuat bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Eliezer, dan Bripka Ricky Rizal didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perihal keterangan Susi di persidangan terkait Kuat mengancam membunuh Yosua itu sempat berubah-ubah. Susi sempat mengatakan lupa, tapi sidang berikutnya Susi mengungkap ada ancaman dari Kuat ke Yosua.

Simak halaman selanjutnya

Susi Ngaku Lupa Kuat Ancam Bunuh Yosua

Pada Selasa (8/11) lalu, hakim mencecar Susi, soal ancaman Kuat Ma'ruf ke Brigadir N Yosua Hutabarat. Susi mengaku lupa.

Hakim awalnya bertanya tentang momen jalan-jalan istri Sambo, Putri Candrawathi, bersama Susi hingga Yosua di salah satu mal di Yogyakarta pada 5 Juli 2022. Susi kemudian ditanyakan soal peristiwa Putri tergeletak di kamar mandi rumah Magelang.

"Tanggal berapa Putri tergeletak?" tanya hakim ke Susi yang menjadi saksi untuk Ferdy Sambo dan Putri di PN Jaksel, Selasa (8/11).

"Tanggal 7 (Juli)," ucapnya.

Dia mengatakan Putri tergeletak sekitar pukul 19.00 WIB. Susi juga juga menyebut dirinya diperintah Kuat Ma'ruf untuk mengecek kondisi Putri di lantai 2.

"Om Kuat suruh, nyuruh ngecek ke atas. Saya melihat ibu sudah tergeletak di kamar mandi," ujar Susi.

Susi kemudian menceritakan ada ancaman yang disampaikan Kuat ke Yosua. Dia mengaku mendengar Kuat melarang Yosua naik ke lantai 2.

"(Kuat bilang) 'Yos, jangan naik ke atas. Jangan naik ke lantai 2,'" ujar Susi.

"(Kuat ancam Yosua) 'Atau kubunuh kamu?'" tanya hakim.

"Saya tidak ingat," jawab Susi.

"Kemarin Saudara bilang begitu," balas hakim.

Susi Ungkap Ancaman Kuat

Susi kembali dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan Yosua. Susi bersaksi untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (9/11).

Susi awalnya bercerita lagi bahwa diminta Kuat melihat kondisi Putri di lantai atas.

"Setelah itu Om Ricky pergi sama Om Richard. Terus di rumah, Om Kuat minta saya ke atas untuk lihat keadaan Ibu Putri," kata Susi.

"Terus Saudara lihat Putri sedang?" tanya hakim.

"Tergeletak di kamar mandi," jawab Susi.

Peristiwa Putri tergeletak di kamar mandi itu terjadi pada 7 Juli 2022. Kemudian, hakim bertanya apa yang diucapkan Kuat saat melarang Yosua naik ke lantai atas. Susi menyebut Kuat melarang Yosua agar tak naik ke lantai atas.

"Terus Saudara sempat dengar Saudara Kuat melarang Yosua apa yang disampaikan Kuat?" tanya hakim.

"Om Kuat berkata 'Yos jangan naik satu langkah' gitu," jawab Susi.

"Ancamannya bagaimana apa 'kubunuh kamu'?" tanya hakim.

"Itu saya tidak tahu, kalau itu saya tidak dengar," jawab Susi.

Kuat kata itu lalu membantah keterangan Susi. Saat memberikan tanggapan terkait kesaksian Susi, Kuat menyebut tidak pernah ada larangan 'jangan naik satu langkah lagi' ke Yosua.

"Untuk Susi, saya tidak pernah bilang jangan naik satu langkah lagi. Tidak ada bahasa gitu," kata Kuat.

Simak juga 'Pengakuan Ricky Rizal-Kuat Ma'ruf yang Bikin Hakim Geram':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT