Kuat Jawab Tudingan Bohong: Kalau Nggak Percaya, Saya Harus Ngomong Apa?

ADVERTISEMENT

Kuat Jawab Tudingan Bohong: Kalau Nggak Percaya, Saya Harus Ngomong Apa?

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 05 Des 2022 23:07 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Kuat Maruf menjalani sidang lanjutan dengan agenda putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Kuat Ma'ruf. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Ma'ruf, mengklaim semua kesaksiannya di persidangan adalah kesaksian yang jujur. Klaim tersebut diucapkan Kuat saat jaksa penuntut umum (JPU) mencecarnya.

"Dalam BAP saudara menyatakan supaya tidak ada duri dalam rumah tangga, maksudnya?," tanya jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (5/12/2022). Konteks pertanyaan jaksa adalah soal pernyataan Kuat yang menyebut Yosua sebagai duri dalam rumah tangga Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

Kuat mengaku tujuannya saat itu ingin Putri mengadukan hal yang diduga dilakukan Yosua, kepada Sambo.

"Karena saya kepingin Ibu (Putri Candrawathi) cerita," jawab Kuat.

"Duri ini apa?," tanya Jaksa.

"Itu keluarga," jawab Kuat singkat.

"Hubungan Yosua sama keluarga mereka?," timpal Jaksa.

"Mungkin saya panik, saya nggak jago bahasa," jawab Kuat.

Jaksa lantas menegur Kuat Ma'ruf yang mengaku panik saat mengatakan duri dalam rumah tangga tersebut. Jaksa meminta Kuat untuk mengatakan semuanya secara jujur.

"Panik kenapa? Yang jujur saudara, tadi saudara bilang itu? Gimana itu? Hayo," tanya jaksa mendesak

"Ini sudah, Pak, saya sudah bicara, saya harus jujur apa lagi? Saya sudah mengatakan semuanya. Kalau Bapak nggak percaya, terus harus ngomong apa saya?" kata Kuat dengan nada tinggi.

Jaksa kemudian mendesak Kuat untuk mengatakan orang yang dimaksud duri dalam rumah tangga tersebut. Kuat pun menyebut orang tersebut Yosua. Kuat mengatakan Yosua sebagai duri dalam rumah tangga karena Putri Candrawathi mengatakan Yosua sadis.

"Duri maksudnya ke siapa?," tanya Jaksa.

"Jadi kan Ibu bilang Yosua sadis," jawab Kuat Ma'ruf.

"Jadi Yosua?," kata Jaksa menegaskan.

"Ya iyalah. Tapi ibu nggak mau menceritakan tentang itu," pungkasnya.

Dalam dakwaan jaksa, Yosua ditembak oleh Eliezer dan Ferdy Sambo. Ricky Rizal, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf juga didakwa bersama-sama Sambo.

Para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT