Semangat BPJS Ketenagakerjaan Sejahterakan Pekerja RI di Usia Ke-45

ADVERTISEMENT

Semangat BPJS Ketenagakerjaan Sejahterakan Pekerja RI di Usia Ke-45

Erika Dyah - detikNews
Senin, 05 Des 2022 22:29 WIB
HUT BPJAMSOSTEK
Foto: BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta -

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) genap berusia 45 tahun hari ini. Di usia barunya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan komitmennya untuk terus berkembang dan bergerak maju menjaga integritas. Serta menyatukan semangat menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia.

Anggoro menegaskan pihaknya berkomitmen menyatukan semangat dari seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan dan stakeholders terdekat. Mulai dari kementerian, pengusaha, hingga serikat pekerja/ buruh untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia.

"Hari ini kami genap berusia 45 tahun, sebuah usia yang sudah bisa dibilang matang, kami berikrar untuk terus memperluas cakupan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja, terutama saat ini untuk pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah," ungkap Anggoro dalam keterangan tertulis, Senin (5/12/2022).

"Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga peserta akan semakin merasakan manfaat hadirnya BPJS Ketenagakerjaan," imbuhnya.

Pihaknya juga memanfaatkan peluang kerja sama dengan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, business to business, serta utilisasi engine PERISAI.

Selain itu, pihaknya juga mendorong kampanye Kerja Keras Bebas Cemas untuk target peserta Bukan Penerima Upah (BPU) demi melindungi sebanyak-banyaknya pekerja.

"Saat ini pencapaian kepesertaan aktif kami adalah sebesar 36 juta tenaga kerja atau meningkat 6 juta dari tahun sebelumnya. Angka peningkatan ini merupakan rekor tertinggi selama BPJS Ketenagakerjaan berdiri, dan target sampai dengan tahun 2026 adalah 70 juta tenaga kerja," terangnya.

Selama tahun 2022, lanjutnya, kinerja pelayanan BPJS Ketenagakerjaan juga terus meningkat. Menurut Anggoro, komitmen perubahan mindset ke arah customer oriented telah membawa perubahan terhadap kualitas manfaat dan layanan yang terasa makin dekat dengan peserta.

Pihaknya mencatat success rate Jaminan Hari Tua (JHT) 2022 telah mencapai 99.58%. Adapun rata-rata SLA masa tunggu JHT via Online atau video call kurang dari 3 hari, serta rata-rata proses klaim JHT via Jamsostek Mobile (JMO) kurang dari 15 menit.

Ia menambahkan utilisasi kanal klaim melalui aplikasi JMO juga tercatat di angka 25%. Angka ini lebih tinggi dari kanal Kantor Cabang sebesar 15%, namun masih di bawah utilisasi kanal Online (video call) sebesar 60%.

Melalui JMO, di Desember ini BPJS Ketenagakerjaan akan meluncurkan pengembangan ekosistem aplikasi dengan berbagai loyalty program & benefits yang bermanfaat bagi pekerja. Mulai dari fitur Dana Siaga, MLT, Wallet, Co-marketing, Inclusive Job Center, serta News & Entertainment.

Menurutnya, peluncuran ini ditujukan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada peserta, meningkatkan engagement dan utilisasi JMO, serta menjaga retensi tenaga kerja.

Lebih lanjut, kinerja pengelolaan dana yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan pun mencapai hasil yang sangat memuaskan. Hingga saat ini, pengelolaan dana berada di atas target, yaitu mencapai Rp 616 triliun dengan penambahan pertumbuhan 14,8% YOY. Kinerja investasi juga mengalami pertumbuhan 15,7% YOY dengan realisasi Rp 33,2 triliun.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan akan segera mengimplementasikan terobosan baru dalam pengelolaan dana pada portofolio investasi langsung. Salah satunya melalui inisiasi pembentukan Investment Holding Company. Hal ini dilakukan sebagai engine penguatan strategi investasi untuk mencapai target kelolaan dana sebesar Rp 1.001 triliun di tahun 2026.

Anggoro menyebutkan ke depannya dunia ketenagakerjaan akan sangat menantang. Untuk itu ia mengimbau seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri. Dengan hal ini, ia berharap semua karyawan dapat mudah beradaptasi dengan perubahan di era yang sangat dinamis ini. Ia pun berharap para karyawan bisa solutif menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di institusi dan pekerja.

"Mari pekerja Indonesia, hari ini menjadi pengingat, negara telah hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan, semua inisiatif dan terobosan yang saat ini BPJS Ketenagakerjaan lakukan, semata-mata demi menjamin seluruh pekerja Indonesia dan keluarganya menjadi sejahtera," pungkasnya.

(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT