Hendak Edarkan Rp 450 Juta Uang Palsu, Pria di Bogor Ditangkap

ADVERTISEMENT

Hendak Edarkan Rp 450 Juta Uang Palsu, Pria di Bogor Ditangkap

Muchamad Sholihin - detikNews
Senin, 05 Des 2022 19:06 WIB
Polres Bogor rilis soal kasus uang palsu
Umang (Muchamad Sholihin/detikcom)
Bogor -

Umang (35), pria asal Nanggung, Kabupaten Bogor, ditangkap polisi karena diduga mencetak dan mengedarkan uang palsu (upal) di Kota Bogor. Dari tangan tersangka, polisi menyita 450 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu serta alat cetak dan printer untuk mencetak uang palsu.

"Tersangka atas nama Umang, 35 tahun, asal Nanggung, Kabupaten Bogor, diamankan karena diduga mencetak dan mengedarkan uang palsu atau upal. Barang bukti yang kita amankan uang palsu sebanyak 450 lembar pecahan Rp 100 ribu atau Rp 450 juta uang palsu," kata Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan, Senin (5/12/2022).

Tersangka Umang, kata Ferdy, ditangkap di Jl Tentara Pelajar, Kota Bogor, ketika hendak bertransaksi dengan seseorang pria berinisial A. Namun calon pembeli upal berinisial A berhasil kabur saat akan ditangkap polisi di lokasi yang sama.

"Pada saat diamankan, tersangka ini akan bertransaksi uang palsu dengan uang asli, adapun uang palsu yang akan dijual ini sebanyak 450 juta uang palsu yang rencananya akan ditukar dengan uang asli senilai Rp 50 juta terhadap orang yang memesan berinisial A, tetapi A berhasil melarikan diri saat akan kita amankan di lokasi," ungkap Ferdy.

Polisi yang melakukan pengembangan kemudian mengamankan beberapa barang elektronik yang digunakan pelaku Umang untuk mencetak uang, seperti kertas uang, printer, dan komputer.

Uang palsu cetakan Umang kemudian dijual dengan komposisi 1 lembar uang asli pecahan Rp 100 ribu ditukar dengan 10 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

"Saat ini pengakuan korban masih kita lakukan pendalaman, terkait kepada siapa saja tersangka ini pernah mengedarkan uang palsu ini," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Rizka Fadhila.

"Kalau dari kualitas sebenarnya kalau kita cek seksama dengan prinsip 3M, kita bisa tahu kalau itu uang palsu. Jadi tetap terdeteksi bahwa ini uang palsu," tambahnya.

Sementara pelaku Umang mengaku baru lima bulan mencetak uang palsu. Lulusan SMA ini mengaku bisa mencetak uang setelah mendapat informasi dari internet dan teman-temannya.

"Kalau ngedarin baru kali ini, baru coba kali ini. Sudah (cetak) 5 bulan. Nawarin ke temen via WA, terus nanti disebarin lagi siapa yang mau beli upal, (ngedarin) lewat medsos juga," kata Umang di hadapan wartawan.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT