Uji Lab Pembuangan Limbah B3 Ilegal di Tenjo Bogor Keluar, Apa Hasilnya?

ADVERTISEMENT

Uji Lab Pembuangan Limbah B3 Ilegal di Tenjo Bogor Keluar, Apa Hasilnya?

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:52 WIB
lokasi pembuangan limbah B3 ilegal di Tenjo, Kabupaten Bogor
Foto lokasi pembuangan limbah B3 ilegal di Tenjo, Kabupaten Bogor. (Rizky/detikcom)
Jakarta -

Hasil uji laboratorium kasus pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, telah keluar. Dalam waktu dekat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menyerahkan hasil uji tersebut kepada polisi.

"Sudah keluar, nanti sama LH itu mau dibawa ke Polres. Polres perlu itu untuk tindak lanjut lebih jauh lagi," kata Plt Kabid Gakkum Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLH Kabupaten Bogor Dyan Heru Sucahyo saat dihubungi, Senin (5/12/2022).

Hasil uji laboratorium tersebut, lanjut Heru, masih berada di pejabat pengawas lingkungan hidup (PPLH). Dia mengaku belum melihat hasilnya.

"Sementara itu masih di PPLH saya belum lihat, besok saya ketemu sama PPLH dulu," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro belum menetapkan tersangka dalam kasus pembuangan limbah B3 ilegal tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari DLH.

"Belum, nunggu sampai ke kita suratnya," kata Yohanes saat dihubungi.


Polisi Periksa 7 Saksi

Sebelumnya diberitakan, polisi masih menyelidiki kasus pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Sebanyak tujuh saksi telah diperiksa.

"Kemarin kita sudah manggil saksi kurang lebih sudah kita periksa 7 orang. Istilahnya yang menerangkan lahan itu milik siapa, yang beraktivitas di atas lahan itu siapa," kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo Tarigan saat dihubungi, Senin (14/11).

Siswo mengatakan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengambil sampel untuk diuji. Apabila hasil lab sudah keluar, pihaknya akan melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.

"Kalau hasil labnya sudah keluar, itu nanti akan kami proses gelar perkara untuk mendapatkan tersangka," ujarnya.

(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT