Visa Rumah Kedua Dinilai Bikin WN Singapura Kepincut Tinggal di Kepri

ADVERTISEMENT

Visa Rumah Kedua Dinilai Bikin WN Singapura Kepincut Tinggal di Kepri

Andi Saputra - detikNews
Senin, 05 Des 2022 16:02 WIB
Plt Dirjen Imigrasi Prof Widodo Ekatjahjana melakukan sidak pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Widodo marah ke pihak bank di Visa on Arrival (VoA).
Sidak Plt Dirjen Imigrasi di Bandara Bali beberapa waktu lalu (dok.detikcom)
Jakarta -

Imigrasi mengeluarkan peraturan Visa Rumah Kedua dan visanya akan diluncurkan pada akhir Desember 2022 ini. Visa ini diyakini akan membuat miliarder dunia tinggal di Indonesia, salah satunya warga Singapura untuk tinggal di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebab, jarak Batam-Singapura sangat dekat.

"Kebijakan Visa Rumah Kedua juga dipastikan akan membawa angin segar bagi bisnis properti dan usahawan mancanegara yang melakukan bisnis secara remote, termasuk di antaranya wisatawan nomad dan retirement tourist," kata Nongsa Resorts Group Director, Gerald Hendrik, kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Gerald Hendrik menyatakan Nongsa Resorts dengan unit-unit villa yang tersedia yakin dapat menawarkan visa rumah kedua kepada pebisnis dan para pensiunan luar negeri.

"Saya yakin hal ini akan membantu peningkatan ekonomi secara menyeluruh di Kepri," ujar Gerald Hendrik.

Selain itu, Gerald Hendrik juga mengusulkan agar Imigrasi membuat kebijakan visa on arrival (VOA) untuk kunjungan yang pendek, seperti menikmati Batam di akhir pekan. Hal itu diikuti dengan harga VOA yang lebih murah agar semakin memikat wisatawan Singapura.

"Jika Imigrasi bisa menerbitkan kebijakan VOA berjangka pendek, misalnya 3 hari dengan PNBP yang lebih murah, tentu akan berdampak baik pada kunjungan wisatawan maupun pebisnis yang hanya memerlukan durasi pendek tetapi dengan frekuensi yang tinggi. Saya yakin hal ini akan membantu peningkatan ekonomi secara menyeluruh di Kepri," beber Gerald Hendrik.

Selain itu, Nongsa Resorts yang terdiri dari Nongsa Point Marina, Turi Beach Resort dan Nongsa Villa merespons dengan positif kebijakan multiple entry visa khusus Kepri. Karena hal ini akan membawa lebih banyak wisatawan ke Nongsa yang akan membawa dampak ekonomi yang lebih baik.

"Para wisatawan ini tidak akan hanya membaya kamar hotel saja tetapi akan juga belanja di luar membantu pengusaha makanan dan minuman serta UMKM," ungkap Gerald Hendrik.

Gerald Hendrik juga menyatakan, Nongsa sebagai halaman depan Indonesia di Kepri memerlukan kebijakan khusus di bidang keimigrasian. Karena akan berguna sebagai batu loncatan untuk perkembangan bisinis pariwisata di Nongsa pada khususnya dan di Kepri pada umumnya

"Pada periode Oktober dan November 2022 ini saja, Nongsa berkontribusi lebih dari Rp 200 jutaan pada PNBP dari VOA yang dibayarkan tamu-tamu wisatawan," pungkas Gerald Hendrik.

Visa Rumah Kedua (Second Home) di Negara Tetangga

Di dunia global, visa rumah kedua sudah lazim. Thailand sudah lebih dulu meluncurkan visa second home dengan nama Visa Long-Term Resident (LTR). Thailand memberikan visa premium itu untuk masa berlaku 10 tahun. Adapun untuk untuk uang jaminan turun dari 100 ribu Bhat menjadi 50 ribu Bhat. Sasarannya adalah WNA yang ecperst, orang kaya, pensiiunan dan yang ingin bekerja di Thailand.

"Pemerintah yakin visa LTR yang direvisi itu bisa menarik sekitar 1 juta orang per tahun dan memberikan dorongan signifikan bagi pemulisan ekonomi negara setelah pandemi Covid-19," demikian kutip detikcom dari thethaiger.com
Meski kelihatannya syarat uang deposit tidak besar, tapi tetap ada syarat lainnya yang harus dipenuhi. Di antaranya memiliki aset gabungan minimal USD 1 juta dan pendapatan minimal USD 80 ribu/tahun. Syarat lain yaitu pemohon visa LTR wajib menginvestasikan minimal USD 500 ribu di Thailand untuk properti dan lainnya.

Kamboja juga sudah menerapkan hal serupa. Syaratnya pemohon memasukkan uang jaminan USD 100 ribu. Sedangkan untuk Malaysia, uang jaminan sebanyak USD 220 ribu.

Di Malaysia, second home juga sudah diterapkan. Kebijakan syaratnya tergantung negara bagian di Malaysia. Secara umum, visa ini berlaku untuk 10 tahun dengan minimal pemohon visa 'Malaysia My Second Home' memiliki penghasilan RM 40 ribu (Rp 130.904.880) per bulan. Selain itu juga wajib menyerahkan uang deposit RM 1 juta (Rp 3.272.622.000). Uang deposit itu baru bisa diambil secara bertahap setelah satu tahu.

Selain itu juga bisa menunjukan aset kepemilikan di negara asal dengan aset nilai mininal senilai RM 1,5 juta (setara Rp 4,9 miliar) seperti rumah. Bila membawa tanggungan (anak atau istri), maka menambah RM 50 ribu (atau Rp 163.631.100) per tanggungan.

(asp/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT