TNI AL Bakal Perbaiki 9 Kapal Perang Tua

ADVERTISEMENT

TNI AL Bakal Perbaiki 9 Kapal Perang Tua

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 05 Des 2022 13:24 WIB
Kolonel Laut (P) Anton Pratomo (kiri) dan Letkol Laut (P) Primayantha (tengah) mengucapkan sumpah jabatan saat Upacara Peresmian dan Pengukuhan Komandan KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 serta KRI Golok-688 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (14/1/2022). KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Anton Pratomo dan KRI Golok-688 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Primayantha tersebut resmi memperkuat armada TNI Angkatan Laut. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.
Foto: Ilustrasi kapal perang RI (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta -

KSAL Laksamana Yudo Margono mengatakan akan ada perbaikan alutsista dalam beberapa waktu ke depan. Rencananya 9 kapal perang tua bakal diperbaiki menjadi lebih moderen.

"Ini nanti yang ke depan 9 kapal kalau tidak salah akan kita laksanakan refurbishment proyek dari Kemhan. Jadi selain pengadaan baru, juga kapal-kapal yang berumur tua direfurbishment, artinya direpowering ganti mesinnya, ganti badan kapalnya, ganti sewaco-nya," ujar Yudo di Mako Koarmada I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022).

Nantinya proyek ini menyerupai mid-life modernization sehingga kapal-kapal tersebut akan kembali berfungsi seperti awal bahkan lebih kuat. Terkait rencana pembelian alutsista Yudo mengatakan memang sudah direncanakan namun Indonesia belum akan membeli kapal baru.

"Jadi, kita kan selalu ToT, sehingga kapal-kapal baru ini semuanya akan dibangun di galangan Indonesia, baik BUMN maupun swasta. Yang sekarang ini kan kita bangun PC 60 di Batam, kemudian di Banten juga PC 60, kemudian PC 40 juga dibangun dan yang kemarin saya sampaikan di PT PAL ada fregate arrowhead, dua nanti yang dibangun di sana," jelas Yudo.

Kemudian, terkait sejumlah kapal yang akan dilakukan perbaikan, Yudo mengaku akan memprioritaskan kondisinya paling rendah dan tertua. Dia menyebut kapal yang paling tua berusia 40 tahun.

"Nanti kita utamakan yang umurnya tua dan juga kondisi teknisnya ya ini yang kita pilih yang paling rendah dulu kondisi teknis rendah. Khususnya kelas Parcim, Frosch, kemudian ada FPB yang umurnya sudah di atas 30 tahun," katanya.

"(Kapal) tertua 40 tahun. Ada KRI buatan Amerika itu LST Teluk Amboina. Itu dulu pernah saya naiki tingkat IV. Yang lulusan 88 naik di sana mungkin. Waktu itu pelaksanaan Latsitar naik kapal itu. Tapi kondisinya masih bagus, umurnya tua tapi kondisinya masih bagus," lanjutnya.

Simak juga 'Prabowo Jadikan Nama Wahidin Sudirohusodo Sebagai KRI RS Terapung':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT