Siaran TV Analog di 255 Wilayah Sudah Dimatikan, Kapan Kota Lain Menyusul?

ADVERTISEMENT

Siaran TV Analog di 255 Wilayah Sudah Dimatikan, Kapan Kota Lain Menyusul?

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 04 Des 2022 10:39 WIB
Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia
Direktur Penyiaran Kominfo, Geryantika Kurnia
Jakarta -

Siaran TV analog di 255 kabupaten/kota di Indonesia telah dimatikan. Lantas, kapan wilayah lainnya menyusul?

"Pemerintah akan koordinasi lagi dengan lembaga penyiaran untuk jadwal ASO (analog switch off) berikutnya karena secara teknis lembaga penyiaran yang dapat menghentikan siaran analog," kata Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Geryantika Kurnia, kepada detikcom, Minggu (4/12/2022).

Gery mengatakan, terbaru, pada Jumat (2/12) lalu, siaran TV analog di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau, juga telah dimatikan. Dengan demikian, total hingga saat ini ada 255 wilayah dari 514 kabupaten/kota yang siaran TV-nya sudah beralih ke digital. Kominfo pun menyambut baik penghentian siaran TV analog itu.

"2 Des 2022 jam 24.00 sudah ASO di 4 wilayah layanan yang terdiri dari 25 kabupaten/kota. Sedangkan yang 2 Nov 2022 yang lalu sudah ASO di 230 kabupaten/kota. Berarti total sampai saat ini 255 kabupaten/kota sudah ASO dari target 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia," tuturnya.

Kota Lain Dinilai Sudah Siap ASO

Gery juga menuturkan, menurut Nielsen Audience Measurement, sejak dilakukan ASO pada 2 November lalu, tingkat kepemirsaan siaran televisi digital di Jabodetabek telah berangsur pulih sampai 70%.

ASO di Jabodetabek, katanya, juga berpengaruh signifikan pada minat masyarakat di kota-kota besar lain untuk beralih ke siaran digital dengan rata-rata peningkatan 42-59% dalam tiga pekan terakhir. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa kota lainnya sudah siap beralih ke siaran TV digital.

"Hal ini mendorong lembaga penyiaran akan mempercepat menghentikan siaran TV analog untuk pindah ke siaran TV digital yang terbukti masyarakat mendapatkan kualitas bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya. Kalau dilihat dari laporan Nielsen sisa kota Nielsen sudah siap ASO," papar Gery.

Kominfo Imbau Warga Bersiap

Kominfo pun kembali mengimbau warga yang menggunakan TV analog untuk mempersiapkan perangkat televisi di rumah untuk menangkap siaran digital. Gery meminta masyarakat yang TV-nya masih tabung untuk tidak khawatir lantaran hanya perlu menambahkan STB.

"Sebagai informasi, penggunaan STB hanya diperlukan bagi televisi yang belum dilengkapi dengan penerimaan siaran digital DVB-T2. Antena UHF masih dapat digunakan, namun untuk penerimaan siaran digital yang maksimal diperlukan penyesuaian posisi antena," ujarnya.

Gery juga menjelaskan bahwa STB dapat didapat dengan mudah di marketplace dan toko elektronik terdekat. Kendati demikian, dia mewanti-wanti warga untuk membeli STB yang sudah bersertifikat.

"Vendor menjamin STB tersedia di pasaran dan tips dari vendor agar masyarakat cerdas sebelum membeli STB untuk mengecek harga STB di official shop resmi agar bisa membandingkan harga, karena dari vendor menyampaikan harga STB normal dan cenderung turun karena STB stoknya banyak,"papar Gery.

(mae/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT