Mayor Paspampres Pemerkosa Perwira Kostrad Bakal Hadapi Sidang Militer

ADVERTISEMENT

Mayor Paspampres Pemerkosa Perwira Kostrad Bakal Hadapi Sidang Militer

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 04 Des 2022 08:36 WIB
Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) Angkatan Darat Letjen TNI Chandra W Sukotjo
Danpuspomad Letjen TNI Chandra W Sukotjo. (Hakim Ghani/detikcom)
Jakarta -

Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) menetapkan perwira Paspampres berpangkat mayor yang memperkosa perwira muda perempuan dari kesatuan Kostrad sebagai tersangka. Mayor dari kesatuan Paspampres itu akan menghadapi pengadilan militer.

"Kasus sedang dalam proses penyidikan. Di TNI tidak ada sidang etik," kata Danpuspomad Letjen Chandra W Sukotjo kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Letjen Chandra mengatakan tersangka mayor Paspampres diproses hukum secara Polisi Militer. Oleh sebab itu, tersangka disidik hingga diadili dalam sidang militer nantinya.

"Yang bersangkutan menghadapi proses hukum, maka yang bersangkutan akan diproses mulai dari penyidikan oleh Polisi Militer, sampai dengan persidangan oleh pengadilan militer," ujarnya.

Letjen Chandra belum menjelaskan lebih jauh terkait ancaman hukum yang akan dihadapi perwira Paspampres tersebut. "Penetapan pasal akan diberikan setelah hasil pemeriksaan saksi korban dan cukup bukti permulaan," imbuhnya.

Seperti diketahui, perwira Paspampres berpangkat mayor tersangka pemerkosa perwira muda perempuan dari kesatuan Kostrad dijerat Pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). TNI memastikan si mayor akan dipecat.

"Sudah pasti semua pasal yang berkaitan dengan pemerkosaan akan diterapkan," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kisdiyanto kepada detikcom, Sabtu (3/12/2022). Kisdiyanto mengkonfirmasi perihal penerapan Pasal 285 KUHP di kasus ini.

Dia menuturkan proses hukum di Polisi Militer masih berjalan dengan melakukan pemeriksaan terkait kasus ini. Dia lalu menegaskan arahan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk menjatuhkan sanksi pecat ke pelaku, selain pidana.

"Masih dalam proses pemeriksaan. Sesuai arahan Bapak Panglima, pelaku akan dikenai hukuman pidana dan dipecat dari TNI," tegas Kisdiyanto.

Saksikan juga Sosok minggu ini: Merawat Hingga Akhir

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT