PKS Minta Usut Insiden Telur Busuk Jelang Kedatangan Anies di NasDem Aceh

ADVERTISEMENT

PKS Minta Usut Insiden Telur Busuk Jelang Kedatangan Anies di NasDem Aceh

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 04 Des 2022 06:15 WIB
M Kholid, M Kholid bersama Prabowo, pks
Juru bicara PKS M Kholid. (Dok Pribadi)
Jakarta -

PKS meminta pelemparan kantor DPW NasDem Aceh dan lapangan tempat kegiatan bakal capres Anies Baswedan dengan telur busuk dan kaus kaki busuk oleh orang tak dikenal (OTK) diusut tuntas. PKS menilai aksi pelemparan tersebut intimidatif.

"Siapapun pelakunya harus diusut dan ditindak. Itu jelas tindakan provokatif dan intimidatif," kata juru bicara PKS M Kholid kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Selain itu, Kholid menilai aksi pelemparan tersebut mengancam demokrasi, khususnya bagi masyarakat yang ingin mendukung salah satu calon presiden.

"Ini juga mengancam hak-hak demokrasi masyarakat yang ingin mendukung tokoh yang mereka akan usung sebagai presiden," ujar Kholid.

Padahal, menurut Kholid, hak politik Anies Baswedan yang diusung NasDem sebagai capres untuk didukung masyarakat luas. "Adalah hak Anies didukung oleh masyarakat. Tidak boleh ada upaya menghalang-halangi," imbuhnya.

Ketua DPW Partai NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi sebelumnya mengungkapkan kantornya dan lapangan tempat kegiatan Anies Baswedan dilempari telur busuk oleh orang tak dikenal. Selain itu, OTK melemparkan kaus kaki busuk.

"Hari ini pembenci Anies di Aceh melempari kantor DPW NasDem dengan telur busuk. Pagi-pagi sekali, penjaga kantor NasDem terkejut sekali ketika melihat halaman kantor NasDem penuh dengan telur busuk dan kaus kaki busuk," kata Taufiqulhadi kepada wartawan, dilansir detikSumut, Sabtu (3/12).

Taufiqulhadi mengatakan panitia acara juga menyebut lapangan bola kaki Desa Pango tempat pertemuan jalan sehat dengan Anies juga dilempari telur busuk. Namun, menjelang acara, pihak panitia dan petugas kantor telah membersihkannya.

"Meskipun demikian, tindakan pembenci Anies dan NasDem ini sudah di luar batas kewajaran akal sehat semua orang Aceh. Karena tindakan seperti itu, dalam kegiatan politik Aceh, belum pernah terjadi," katanya.

Saksikan juga Sosok minggu ini: Merawat Hingga Akhir

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT