Anggota DPRD Pandeglang Jadi Tersangka Pencabulan, NasDem Beri Sanksi

ADVERTISEMENT

Anggota DPRD Pandeglang Jadi Tersangka Pencabulan, NasDem Beri Sanksi

Aris Rivaldo - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 18:49 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Pandeglang angkat bicara terkait kadernya yang ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual. NasDem bakal memberikan sanksi tegas kepada tersangka Yangto, yang merupakan anggota DPRD Pandeglang.

Ketua DPD NasDem Beni Sudrajat mengatakan, dalam kasus yang menjerat Yangto, dirinya sudah mengganti Yangto sebagai Ketua Tim Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu). Dalam waktu dekat, NasDem juga bakal menggantikan Yangto sebagai Ketua Fraksi NasDem di DPRD Pandeglang.

"Adapun kami sebagai Ketua DPD punya kewenangan. Salah satunya kami telah mengganti, Ketua Tim Pemenangan Bappilu sudah diganti. Dan insyaallah ke depan besok juga akan menarik dia dari Ketua Fraksi Partai NasDem," kata Beni, Sabtu (3/12/22).

Setelah mendapatkan informasi terkait penetapan tersangka, ia menjelaskan akan melaporkan kejadian ini ke DPW dan DPP Partai NasDem untuk segera memberikan sanksi kepada tersangka. Menurutnya, DPP punya kebijakan untuk memberikan sanksi berupa PAW atau pemecatan.

"Kita juga terus berkomunikasi dengan DPW maupun DPP terkait kasus ini. Hari ini saya mendengar, sudah membaca ada informasi bahwa Yangto sudah menjadi tersangka. Kebijakan kami DPD tentu akan menindaklanjuti ini, akan melaporkan ke DPW dan DPP," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD NasDem Fajar Setiawan sangat menyayangkan perilaku tersangka. Ia memastikan tersangka bakal mendapatkan sanksi tegas.

"Sanksi dari Partai agar segera mungkin memproses pergantian antarwaktu (PAW). Tentu akan memberikan sanksi tegas, fakta hukum sedang berjalan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Sebelumnya, polisi menetapkan anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi NasDem Yangto sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan. Yangto tidak terima dan bakal mengajukan praperadilan.

"Saya merasa bahwa ini ada sesuatu yang tidak benar diproses ini. Akan minta uji di praperadilan nanti. Melakukan praperadilan," kata Yangto, Sabtu (3/12).

Dia mengaku marah atas proses penetapan dirinya sebagai tersangka. Yangto menegaskan tak terima ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini ada permainan yang sangat luar biasa, kejam terhadap saya ini. Saya murka dengan ini. Ini proses hukum apaan ini? Saya tidak terima," ujarnya.

Dia juga menyebut polisi tidak mengedepankan restorative justice. Padahal, menurutnya, pelapor sudah mencabut laporan polisi.

Simak juga 'Lestari Moerdijat Kenang Ferry Mursyidan di Awal Berdirinya NasDem':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/azh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT