Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka Pencabulan, Anggota DPRD Pandeglang Murka

ADVERTISEMENT

Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka Pencabulan, Anggota DPRD Pandeglang Murka

Aris Rivaldo - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 16:05 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi pelecehan (Foto: iStock)
Pandeglang -

Polisi menetapkan anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi NasDem Yangto sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan. Yangto tidak terima dan bakal mengajukan praperadilan.

"Saya merasa bahwa ini ada sesuatu yang tidak benar diproses ini. Akan minta uji di praperadilan nanti. Melakukan praperadilan," kata Yangto, Sabtu (3/12/2022).

Dia mengaku marah atas proses penetapan dirinya sebagai tersangka. Yangto menegaskan tak terima ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini ada permainan yang sangat luar biasa, kejam terhadap saya ini. Saya murka dengan ini. Ini proses hukum apaan ini? Saya tidak terima," ujarnya.

Dia juga menyebut polisi tidak mengedepankan restorative justice. Padahal, menurutnya, pelapor sudah mencabut laporan polisi.

"Ini sudah nggak benar ini. Polisi ini saya melihat tidak menegakkan RJ juga. Padahal surat pencabutan sudah lama masuk," katanya.

Sebelumnya, polisi menetapkan Yangto sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan di Pandeglang. Yangto ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara.

"Dengan hasil gelar perkara terhadap perkara tersebut berdasarkan saksi-saksi, surat keterangan ahli, dan bukti petunjuk, serta barang bukti yang diduga sebagai tindak pidana dapat dipersangkakan terhadap Saudara Y sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton kepada wartawan, Sabtu (3/12).

Simak juga 'Mayor Paspampres Perkosa Perwira Kowad Kostrad, Panglima TNI: Pecat!':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT