Viral Tenda Sakinah untuk Pasutri Korban Gempa Cianjur, Fakta atau Guyon?

ADVERTISEMENT

Viral Tenda Sakinah untuk Pasutri Korban Gempa Cianjur, Fakta atau Guyon?

Ikbal Selamet, Antara - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 13:13 WIB
Penampakan luar tempat yang disebut
Penampakan luar tempat yang disebut
Jakarta -

Publik dihebohkan dengan informasi tentang 'Tenda Sakinah' yang berada di lokasi pengungsian gempa Cianjur. Disebut-sebut di narasi viral, tenda itu diperuntukkan bagi pasangan suami istri (pasutri) pengungsi korban gempa Cianjur yang hendak melakukan aktivitas suami-istri.

Benarkah ada tenda demikian? Simak penjelasan di bawah ini.

Awal Keramaian Tenda Sakinah

Tenda Sakinah di Cianjur, Jawa Barat ramai dibicarakan. Beredar isu jika tenda itu didirikan khusus untuk pasangan suami istri korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Tenda Sakinah itu dikatakan untuk memenuhi 'kebutuhan biologis' pasutri yang terganggu akibat gempa. Lazim dipahami, istilah 'kebutuhan biologis' biasa dimaknai masyarakat Indonesia untuk menyebut aktivitas hubungan seksual.

Awal mula pembangunan Tenda Sakinah karena adanya keluh kesah korban yang rumahnya rusak berat dan tidak bisa melepas rindu dengan sang istri. Korban tersebut baru pulang dari merantau dua bulan lamanya dan kembali ke Cianjur bertepatan dengan musibah gempa bumi.

"Niatnya melepas rindu sama istri setelah dua bulan merantau kerja tapi apa daya terjadi gempa," kata Feri R Firdaus, seperti dikutip dari Antaranews, diterbitkan oleh detikcom Kamis (3/12/2022).

Menurut berita Antara, lokasi tenda sakinah ini ada di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Tenda ini didirikan secara swadaya oleh Feri R Firdaus sendiri.

Tenda medis di depan tenda dapur umum yang ramai disebut sebagai Tenda medis di depan tenda dapur umum yang ramai disebut sebagai "Tenda Sakinah". (Foto: Ikbal Selamet)

Ponpes Setempat Bicara

Pimpinan Pondok Pesantren Assuyuthiyyah membantah jika pihaknya sudah mendirikan 'tenda sakinah' khusus pasangan suami-istri korban gempa Cianjur untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Faktanya, tidak ada 'tenda sakinah' yang dimaksud.

"Tidak ada tenda tersebut, bisa dilihat dan dicek sendiri jika tenda yang fotonya beredar itu merupakan dapur umum. Sedangkan satu tenda yang berada di depannya merupakan tenda kesehatan atau tenda medis," kata Pimpinan Pondok Assuyuthiyyah Ustadz Ferry Nurfirdaus, diberitakan detikJabar, Sabtu (3/12/2022).

Ponpes Assuyutiyyah ada di Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Berdasarkan penelusuran detikcom, tenda dapur umum ada di Kampung Bayubud, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, di kompleks ponpes tersebut.

Kepala Desa Rancagoong Dede Farhan, mengatakan jika dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak pesantren dan dipastikan tenda sakinah untuk pasutri memenuhi kebutuhan biologis tersebut tidak ada.

"Tidak ada kang, dari hari pertama juga tidak ada tenda sakinah untuk pasutri," kata dia.

Tenda Sakinah Disebut Hanya Guyonan

Pembahasan soal tenda tersebut berawal dari guyonan atau bercandaan warga. Pimpinan Pondok Assuyuthiyyah Ustadz Ferry Nurfirdaus mengatakan jika informasi tentang jadwal pasangan pun hanya candaan di grup WhatsApp.

"Masyarakat bercanda awalnya, membutuhkan tenda untuk pasutri untuk memenuhi kebutuhan biologis. Dilanjutkan dengan bercandaan soal jadwal. Hanya sebatas untuk mencairkan suasana di pengungsian, menghilangkan stres," ucap Ferry.

"Jadi tidak ada aslinya tenda itu, apalagi jadwal giliran warga. Dari hari pertama juga saya fokus ke penanganan darurat kebencanaan. Kami pun dari pihak pesantren fokus menyediakan makanan, makanya didirikan posko dapur umum di tenda yang viral yang dianggap sebagai 'tenda sakinah'," sambungnya.

Di samping itu, Ferry meminta agar pemerintah memperhatikan betul kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa Cianjur, terutama para pengungsi yang harus bertahan di tenda dalam jangka waktu yang panjang.

"Harus lebih dibenahi lagi kalau di tenda sampai berbulan-bulan, misalnya dapur umumnya tertata, kemudian pengungsi perempuan dan laki-laki harus benar-benar dipisah, sarana tenda menyusui bagi ibu yang memiliki bayi, dan lainnya. Pesan yang awalnya saya ingin sampaikan adalah itu, bukan malah seolah saya mendirikan tenda asmara tersebut. Dan memang kenyataannya di sini tidak ada tenda itu," jelas Ferry.

Simak juga 'BMKG Rekomendasikan Sebagian Wilayah Cugenang & Pacet Tak Dihuni':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT