BMKG Sebut Wilayah Sirnagalih-Murnisari Layak Huni Pascagempa Cianjur

ADVERTISEMENT

BMKG Sebut Wilayah Sirnagalih-Murnisari Layak Huni Pascagempa Cianjur

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 22:05 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Dwi/detikcom)
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan survei dan monitoring di wilayah Cianjur, Jawa Barat, pascagempa M 5,6. Hasilnya, BMKG merekomendasikan sejumlah wilayah yang layak hunian tetap pascagempa Cianjur.

BMKG membagi dua skenario dalam rekomendasi layak hunian tetap pascagempa Cianjur. Skenario pertama adalah antisipasi periode 20 tahunan.

"Kelayakan huntap yang sudah disiapkan pemerintah daerah, untuk skenario satu, berdasarkan skenario antisipasi gempa bumi dengan sumber gempa Cianjur dengan periode ulang 20 tahunan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di akun YouTube BMKG, Jumat (2/12/2022).

Dalam skenario pertama ini, wilayah Sirnagalih dan Murnisari layak untuk calon hunian tetap. Sementara itu, wilayah Desa Cipendawa tidak layak hunian karena kondisi tanah.

"Untuk huntap Sirnagalih, itu cukup layak hunian, dengan konstruksi bangunan tahan gempa. Untuk huntap Murnisari layak hunian dengan konstruksi bangunan tahan gempa. Huntap Cipendawa ini tidak layak hunian," ujarnya.

Skenario kedua yakni berdasarkan segmen Rajamandala, yang masih dalam sistem Sesar Cimandiri. Wilayah Sirnagalih dan Murnisari masih dapat dikatakan layak untuk calon hunian tetap.

"Lalu berdasarkan skenario antisipasi gempa bumi dengan sumber Patahan Cimandiri segmen Rajamandala. Untuk huntap Sirnagalih layak hunian dengan konstruksi bangunan tahan gempa. Huntap Murnisari layak hunian dengan konstruksi bangunan tahan gempa," ucapnya.

Sementara itu, wilayah Cipendawa dinilai masih cukup layak dalam skenario ini. Namun masih perlu penilaian dan masukan dari PVMBG karena jarak cukup dekat dengan Gunung Gede.

"Kemudian huntap Cipendawa cukup layak, dengan konstruksi tahan gempa, namun perlu konsultasi ke PVMBG terkait bahaya gunung api," imbuhnya.

(rfs/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT