Polri Koordinasi ke NCB Praha soal Pemulangan 2 Buron Interpol

ADVERTISEMENT

Polri Koordinasi ke NCB Praha soal Pemulangan 2 Buron Interpol

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 19:20 WIB
Stefan Durina (tengah) buronan interpol asal Slowakia
Stefan Durina, buron Interpol asal Slovakia, ditangkap di Bali. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Divisi Hubinter Polri masih berkoordinasi dengan NCB Praha, Ceko, terkait pemulangan dua buron Interpol, Cyril Stiak dan Stefan Durina. Keduanya saat ini dititipkan di Polda Bali.

"(Dua buron Interpol) masih di Polda Bali. Saat ini kami masih berkoordinasi untuk pemulangan keduanya," ujar Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti saat dihubungi detikcom, Jumat (2/12/2022).

Cyril Stiak ditangkap di kontrakan di Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Rabu (30/11). Sedangkan Stefan Durina ditangkap di Vila River, Canggu, Bali, pada Kamis (1/12).

"Keduanya merupakan buronan high profile di negaranya dan sudah dicari sejak 2019," kata Krishna Murti kepada detikcom, Rabu (30/11).

Berdasarkan informasi NCB Praha yang diterima NCB Interpol Indonesia, Cyril Stiak melakukan penggelapan perusahaan Majordomos Gastro S.R.O pada 2 Juni 2008. Cyril Stiak menggelapkan uang perusahaan sebesar CZK 25 ribu.

"Informasi dari NCB Praha, Cyril Stiak melakukan 18 kali penggelapan dan menyebabkan kerugian perusahaan Majordomos Gastro S.R.O sebesar CZK 529.890, serta perusahaan CITY CAFÉ S.R.O sebesar CZK 104 ribu," kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti kepada detikcom, Jumat (1/12).

Cyril Stiak, buronan interpol asal Ceko ditangkap di Bali.Cyril Stiak, buron Interpol asal Ceko, ditangkap di Bali. (Foto: Dok. Istimewa)

Cyril Stiak juga menyebabkan kerugian pada perusahaan asuransi lantaran belum membayar asuransi pada periode Januari 2008 dan April 2009. Tak hanya itu, Cyril Stiak mengakibatkan kerugian otoritas pendapatan di Ceko karena mengemplang pajak.

"Sementara Stefan Durina melakukan penipuan dan penggelapan pajak terhitung mulai tanggal 15 Agustus 2014 hingga 28 Januari 2016. Modus yang dilakukan oleh pelaku ialah berkamuflase membuat sebuah jaringan perusahaan yang dia kontrol sendiri dengan membeli barang elektronik di berbagai negara UNI Eropa tanpa membayar pajak," papar Krishna.

Akibat perbuatannya itu, Republik Ceko dirugikan sebesar CZK 14.124.587. Sedangkan total kerugian Ceko yang diakibatkan perbuatan keduanya senilai CZK 84.758.544 atau setara Rp 56.788.224.480.

"Akibat perbuatan mereka, Negara Ceko mengalami kerugian total sebesar CZK 100.209.661 atau setara Rp. 67.140,472,870," katanya.

(mei/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT