Jokowi Takziah ke Rumah Duka Ferry Mursyidan Baldan

ADVERTISEMENT

Jokowi Takziah ke Rumah Duka Ferry Mursyidan Baldan

Silvia Ng - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 19:04 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) takziah ke rumah duka mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan. Jokowi melayat ke rumah duka ditemani Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Jokowi tiba di rumah duka di Jalan Anggrek Cendrawasih IX, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (2/12/2022), pukul 18.59 WIB. Setibanya, Jokowi langsung masuk ke rumah duka. Dia tampak menyalami sejumlah orang yang berada di teras rumah duka.

Hingga malam ini, rumah duka almarhum Ferry Musyidan terus didatangi banyak tokoh. Mereka di antaranya Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria, mantan Menteri ESDM Sudirman Said, Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Dahnil Anzar, dan mantan Menpora Adhyaksa Dault.

Rencananya, jenazah Ferry Mursyidan akan dimakamkan malam ini di TPU Karet Bivak.

Meninggal Usai Hadiri Acara PMI

Ferry Mursyidan ditemukan meninggal di dalam mobil di basement Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, setelah sejak Kamis (1/12) tidak dapat dihubungi. Sebelum ditemukan meninggal, Ferry menghadiri acara Palang Merah Indonesia (PMI).

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua PMI Jusuf Kalla (JK). Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI itu menyampaikan bahwa di akhir hayat, Ferry Mursyidan justru menghadiri acara PMI bersamanya.

"Mengucapkan dukacita yang dalam atas berpulangnya ke Rahmatullah almarhum Ferry Mursyidan. Yang pada akhirnya hayatnya justru menghadiri acara Palang Merah dan juga beberapa acara bersama saya," kata JK melalui akun Instagramnya, Jumat (2/12/2022).

JK juga mengenang sosok Ferry Mursyidan yang menurutnya berbakti bagi bangsa dan negara. JK selaku Ketua PMI dan kawan dari Ferry Mursyidan pun mendoakan almarhum husnulkhatimah.

"Beliau mantan menteri agraria dan tentu mantan Ketua PB HMI yang mempunyai bakti yang banyak bagi bangsa dan negara," ujarnya.

(mae/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT