KPK Periksa Pihak Swasta Dalami Aliran Uang ke Lukas Enembe

ADVERTISEMENT

KPK Periksa Pihak Swasta Dalami Aliran Uang ke Lukas Enembe

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 17:16 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa saksi Meike selaku Bendahara PT Tabi Bangun Papua dan pegawai Pegawai PT Tabi Bangun Papua, Willicius, terkait kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe (LE). Dalam pemeriksaan keduanya, KPK menduga ada pengeluaran sejumlah uang untuk keperluan Lukas.

"Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain masih terkait dengan dugaan pengeluaran sejumlah uang untuk keperluan tersangka LE," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

Meike dan Willicius diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (1/12). Semestinya, KPK juga memeriksa Paulus selaku karyawan Tabi Pharmindo dan Fengki selaku Cost Control PT Tabi Bangun Papua. Tapi keduanya tidak hadir.

"Kedua saksi tidak hadir dan konfirmasi untuk penjadwalan ulang," ucap Ali.

Sementara itu, pada Rabu (30/11), KPK juga telah memeriksa Timotius Enumbi swasta) dan Yules Weya (swasta). Keduanya hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain terkait dengan berbagai proyek infrastruktur di Papua.

Selain Enumbi dan Weya, KPK turut memeriksa Kristina Lilyana (ULP) dan Debora Salossa selaku Plt Kepala Biro Layanan PBJ (BLPBJ) Setda Provinsi Papua. Keduanya juga didalami KPK terkait pengetahuannya tentang lelang proyek infrastruktur di Papua.

KPK juga memeriksa Ramlah Citra Pramita alias Lala Saga (swasta), Ade Rahmad (kurir FIT FUN Catering/katering rumahan), dan Endri Susanto (pedagang/pemilik NN aksesoris mobil). Ketiga saksi hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain terkait penggunaan aliran uang yang diterima tersangka Lukas Enembe.

Adapun dalam perkara ini, Lukas Enembe sendiri sebelumnya memang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi suap dan gratifikasi bersumber dari APBD Provinsi Papua. Akan tetapi, dia mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan kesehatan.

Setelah itu, Ketua KPK beserta tim penyidik independen Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat mendatangi Lukas Enembe di Jayapura, Papua. Pihak KPK 'jemput bola' guna memperoleh keterangan dari Lukas Enembe.

(fas/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT