Dikira Maling, Pria Bawa Mobil Zig-zag Dikeroyok Warga di Jaksel

ADVERTISEMENT

Dikira Maling, Pria Bawa Mobil Zig-zag Dikeroyok Warga di Jaksel

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 16:05 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (dok. detikcom)
Jakarta -

Sebuah video memuat pengendara mobil babak belur dipukul massa viral di media sosial. Wajah pria tersebut tampak berlumuran darah akibat amukan massa.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/12) di Jalan Raya Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pengendara mobil itu dinarasikan sebagai pelaku pencurian mobil.

Dalam video viral juga terlihat kondisi mobil yang dikendarai pria tersebut rusak di bagian depan. Pengemudi diduga sempat menabrak kendaraan lain saat menghindari kejaran warga.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Rusit Malaka mengatakan pengendara mobil tersebut bukan pelaku pencurian. Pria tersebut mengendarai mobil milik keluarganya.

"Itu hanya kesalahpahaman. Itu yang mengendarai orang yang kurang sehat jiwanya, lagi kumat," kata Rusit saat dihubungi, Jumat (2/12/2022).

Peristiwa itu bermula saat pengendara mengemudikan mobilnya dari arah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Laju pengemudi berjalan tidak beraturan.

Tindakan itu dicurigai oleh warga sekitar. Sejumlah warga menduga pria itu adalah pencuri mobil, lalu mereka mengikuti pengendara mobil tersebut.

"Asal mula itu kejadian dari Pasar Rebo sana pengendara mobil ini dikejar-kejar sama warga karena warga curiga dia naik mobilnya udah zig-zag kan. Dikejar sampai di titik Jl Ampera di wilayah hukum kami. Awalnya emang dikira ada pencurian mobil ya," katanya.

Pengendara mobil tersebut akhirnya berhasil diamankan warga di Jalan Ampera. Warga yang sudah geram lalu melakukan pemukulan kepada pengendara mobil tersebut.

Polisi yang datang langsung melerai korban. Pengendara mobil itu lalu dibawa ke rumah sakit terdekat.

Namun, setibanya di rumah sakit, keluarga korban lalu datang. Keluarga mengatakan pengendara mobil tersebut mengidap gangguan jiwa.

"Keluarganya nyusul dengan kasih bukti surat kalau dia ada gangguan jiwa. Keluarganya minta maaf juga. Dia punya gangguan jiwa dan kecolongan sampai bisa bawa mobil," tutur Rusit.

Kasus tersebut pun telah diselesaikan. Rusit memastikan pengendara mobil tersebut tidak terlibat kasus kejahatan.

"Jadi dia bukan pelaku pencurian mobil ya," pungkas Rusit.

(ygs/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT