Tancap Gas dan Terobos Razia, Truk Gandeng di Mojokerto Terguling

ADVERTISEMENT

Tancap Gas dan Terobos Razia, Truk Gandeng di Mojokerto Terguling

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 13:57 WIB
Truk Gandeng Muat Jagung Terguling di Mojokerto
Truk Gandeng Muat Jagung Terguling di Mojokerto, Jawa Timur. (Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Truk gandeng nopol L-9621-UC terguling di jalur arteri gara-gara sopirnya nekat menerobos razia di Jembatan Timbang Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Akibatnya, puluhan ton muatan jagung tumpah ke jalan nasional tersebut.

Saksi mata yang juga warga setempat, Wartik (56), mengatakan truk gandeng nopol L-9621-UC melaju dari timur ke barat atau dari arah Surabaya ke Jombang di jalur arteri Mojokerto. Tiba di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang Trowulan sekitar pukul 08.30 WIB, truk tiba-tiba saja oleng ke kanan.

Truk gandeng sarat muatan jagung ini terguling setelah menabrak median jalan nasional persis di depan jembatan timbang. Sebelum terguling, truk gandeng yang dikemudikan Muhamad Yunus (29), warga Desa Karangandong, Driyorejo, Gresik, ini sudah diarahkan petugas UPPKB Trowulan untuk masuk ke Jembatan Timbang.

Petugas UPPKB Trowulan Anggianto Siregar menjelaskan operasi di depan jembatan timbang digelar sejak pukul 08.00 WIB. Ketika itu terdapat 4 petugas termasuk dirinya mengarahkan seluruh kendaraan angkutan barang yang bermuatan dari arah Surabaya agar masuk ke jembatan timbang untuk menjalani pemeriksaan.

Sekitar pukul 08.30 WIB, datang truk gandeng nopol L-9621-UC dari arah Surabaya melaju di lajur kanan jalur arteri. Seperti kendaraan angkutan barang lainnya, truk sarat muatan jagung ini diarahkan masuk ke UPPKB Trowulan. Menurut Anggianto, ketika itu truk melaju cukup kencang sekitar 60 km/jam.

Saat itu, lanjutnya, Yunus sempat membelokkan truk ke lajur kiri. Bukannya masuk ke Jembatan Timbang Trowulan, truk gandeng itu justru menerobos razia dengan terus tancap gas ke arah Jombang. Water barier yang dipasang petugas di lajur kiri sebelah selatan pintu masuk jembatan timbang, ditabrak truk tersebut.

"Ketika sudah di lajur kiri, dia banting setir ke kanan. Jadi, dia melaju zig-zag, petugas mau ditabrak. Dia tidak mau masuk jembatan timbang karena kelebihan muatan, muatannya 40 ton lebih, tidak bawa SIM, STNK dan buku uji KIR, hanya bawa KTP. Melajunya sekitar 60 km, kencang dia, water barier saja ditabrak sampai terpental," jelasnya seperti dilansir detikJatim, Jumat (2/12/2022).

Ketika menerobos razia, lanjut Anggianto, ban depan sisi kiri truk gandeng L-9621-UC meletus. Jadi sopir truk banting setir ke kanan menabrak median jalan. Akibatnya kabin dan bak truk bagian depan terguling di jalur berlawanan menghadap ke timur. Sedangkan bak gandengan terhenti di lajur kanan jalur Surabaya-Jombang.

Sopir truk gandeng nopol L-9621-UC, Yunus berdalih nekat menerobos razia karena mengikuti truk di depannya yang juga lolos. Ketika menerobos razia itu, menurutnya, salah seorang petugas jembatan timbang memukul spionnya. Karena itu, ia terkejut, lalu membanting setir ke kanan sampai menabrak median jalan.

Baca selengkapnya di sini

(idh/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT