Kapolres Madina-Dandim Tepis Viral TNI Jemput Paksa Mafia Tambang dari Polres

ADVERTISEMENT

Kapolres Madina-Dandim Tepis Viral TNI Jemput Paksa Mafia Tambang dari Polres

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 13:32 WIB
Saat Kapolres dan Dandim menggelar pers rilis di MapolresMadina. Dok Polres Madina
Saat Kapolres dan Dandim menggelar press release di Mapolres Madina (Dok Polres Madina)
Jakarta -

Isu sejumlah oknum TNI disebut berupaya melepaskan paksa mafia tambang ilegal dari sel tahanan Mapolres Mandailing Natal (Madina) menjadi sorotan. Isu itu kemudian ditepis oleh pihak TNI dan Kepolisian.

Kapolres Madina AKBP Reza menyebut kejadian viral itu berawal dari adanya laporan masyarakat tentang praktik penambangan liar di daerah aliran sungai wilayah Kecamatan Batang Natal. Kemudian ditindak oleh penyidik dan mengamankan empat orang yang diduga melakukan penambangan.

"Kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Direktorat Krimsus Polda Sumatera Utara dengan melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan tersebut penyidik menemukan empat orang yang diduga melakukan penambangan liar," ujar Reza seperti dilansir detikSumut, Kamis (1/12/2022).

Keempat orang itu kemudian dibawa ke Polres Madina untuk diperiksa. "Terkait dengan kehadiran TNI dan ada juga Dandim pada malam kemarin itu adalah suatu bentuk support dan bantuan, dukungan dari TNI khususnya dari bapak Dandim 0212 Tapsel dalam hal membantu tugas pokok Polri dalam hal pendalaman, pengembangan untuk mencari barang bukti," ujar Reza.

Selanjutnya, Reza mengaku akan turun ke lapangan bersama Dandim dan Kasi Intel Korem 023/KS dalam hal pengamanan barang bukti 1 unit ekskavator. Barang bukti itu nantinya akan dititipkan di Markas Satbrimob Batalyon C Sipirok Polda Sumut.

"Untuk informasi sementara hanya seperti itu, yang viral kemarin itu tidak ada yang namanya penjemputan paksa, tidak ada anarkis. Jadi keempat pelaku yang diamankan itu dibawa bersama-sama antara penyidik Ditreskrimsus bersama TNI dalam hal ini unit Intel untuk dilakukan pengembangan dan pendalaman mencari barang bukti dari pelaku lainnya yang terlibat," sebut Reza.

Baca berita selengkapnya di sini.

(rdp/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT