Babak Baru Kasus Perkosaan Pegawai Kemenkop Dibuka Lagi

ADVERTISEMENT

Babak Baru Kasus Perkosaan Pegawai Kemenkop Dibuka Lagi

M Solihin - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 06:22 WIB
Despair. The concept of stopping violence against women and human trafficking,  International Womens Day
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual (Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Jakarta -

Kasus pelecehan sesama pegawai Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) memasuki babak baru. Kasus ini dibuka kembali dan para tersangka akan segera diperiksa.

Sebagaimana diketahui, kasus kekerasan seksual ini terjadi pada 2019. Menteri Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), Teten Masduki pun membuat langkah pencegahan dan penanganan terhadap tindak kekerasan seksual di lingkungan KemenKopUKM.

Menteri Teten menyatakan ia tidak menoleransi perilaku kekerasan seksual dalam bentuk apapun dan berkomitmen untuk menindak para pelaku kekerasan seksual. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk Majelis Kode Etik yang tidak memiliki relasi kekerabatan dengan korban maupun pelaku.

"Kami telah membentuk Majelis Kode Etik baru yang bersih dari relasi kekerabatan, baik dengan pelaku maupun korban sebagai tindak lanjut dari pembubaran Majelis Kode Etik yang telah dibentuk sebelumnya di tahun 2020," ujar Teten dalam keterangan tertulis, Selasa (29/11/2022).

Langkah ini diambil karena kasus kekerabatan di lingkungan KemenKopUKM sempat menjadi kendala yang memperlambat kasus penanganan kasus kekerasan yang pernah terjadi pada tahun 2019.

"Salah satu temuan Tim Independen yang menyebabkan penyelesaian kasus ini berlarut-larut, karena adanya hubungan kekerabatan yang cukup erat di lingkungan KemenKopUKM. Kedepan kami juga akan melakukan mapping sekaligus analisis tata kelola sumber daya manusia di lingkungan KemenKopUKM. Hal ini menjadi upaya kami dalam memperbaiki sistem organisasi secara menyeluruh," ungkapnya.

Simak video 'LPSK Duga Ada Obstruction of Justice di Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop':

[Gambas:Video 20detik]



Baca berita selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT