Ormas Islam Temui Pj Gubernur DKI di Balai Kota, Bahas Apa?

ADVERTISEMENT

Ormas Islam Temui Pj Gubernur DKI di Balai Kota, Bahas Apa?

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 21:23 WIB
Ketua MUI DKI Jakarta, Munahar Muchtar.
Ketua MUI DKI Jakarta, Munahar Muchtar (pakai peci putih). (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Gabungan organisasi masyarakat (ormas) Islam di DKI Jakarta menemui Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono di Balai Kota DKI. Pertemuan itu membahas kerja sama ormas Islam dengan Pemprov DKI soal donasi gempa Cianjur.

"Ada ide dari kawan-kawan untuk donasi Cianjur, gabungan seluruh ormas yang ada di DKI Jakarta semua ormas dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, semua lah, jadi menggabungkan donasi-donasi agar supaya dikumpulkan bersama, nanti bekerja dengan Pemprov DKI akan di salurkan ke Cianjur donasi ini," kata Ketua MUI DKI Jakarta, Munahar Muchtar, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2022).

Munahar mengimbau seluruh masjid di Jakarta mengumpulkan donasi dalam 2 pekan. Dia menyebut donasi akan diserahkan ke korban gempa Cianjur.

"Dalam 2 Jumat ini akan diupayakan untuk bisa menyisihkan 50 persen dari kotak amal yang ada khusus untuk Cianjur, itu maklumatnya sudah kita keluarkan, satu pintu, ada rekeningnya, nanti setelah terkumpul berapa, nanti kita akan sampaikan kembali, kita rapatkan baru nanti insyaallah akan dilepas dari Balai Kota ini," ujarnya.

"Jadi semua rombongan nanti diiringi dengan ormas-ormas bantuan yang ada, kita akan berangkat bersama-sama menyampaikan donasi langsung ke Cianjur, diterima oleh Bupati Cianjur, juga ormas Islam yang ada di Cianjur, sehingga ada kebersamaan," sambungnya.

Diketahui, peristiwa gempa Cianjur terjadi pada Senin (21/11). Sebanyak 329 orang meninggal dunia.

"Yang meninggal dunia alhamdulillah ditemukan satu orang di daerah Cicadas, Desa Cijedil, sehingga yang meninggal dunia menjadi 329 orang. Korban hilang masih dalam pencarian sebanyak 11 jiwa," kata Bupati Cianjur Herman Suherman dalam jumpa pers di kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (1/12).

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT