Pengukuhan Guru Besar Dasco, Prabowo Bicara soal Kawan Seperjuangan

ADVERTISEMENT

Pengukuhan Guru Besar Dasco, Prabowo Bicara soal Kawan Seperjuangan

Gibran Maulana - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 18:49 WIB
Prabowo Subianto
Foto: Prabowo Subianto (dok. Istimewa).
Jakarta -

Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bicara soal kawan seperjuangan saat menghadiri pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Universitas Pakuan, pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Prabowo menyebut kawan seperjuangan tidak pernah melihat posisi di atas ataupun sebaliknya.

Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan pidato serta diunggah sebagai keterangan foto pengukuhan Dasco sebagai guru besar di Instagram pribadinya, @prabowo, Kamis (1/12/2022). Prabowo mengunggah momen dirinya menghadiri acara di SICC, Jawa Barat, dan bertemu sejumlah tokoh seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kawan seperjuangan tidak akan melihat posisi, duduk di atas atau bawah, di depan atau di belakang. Mungkin yang paling belakang itulah yang paling berbuat besar bagi bangsa dan negara ini," kata Prabowo.

Prabowo mengucapkan selamat kepada Dasco atas gelar barunya sebagai guru besar. Prabowo mengharapkan Dasco terus berkarya untuk Indonesia.

"Selamat untuk penganugerahan Guru Besar kepada Profesor Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad, SH. MH. Terus berkarya untuk Indonesia Raya," kata Prabowo.

Prabowo, dalam sambutannya di SICC, turut mengungkit kisah seorang kopral yang bisa menyelamatkan pasukan dari pertempuran. Sebagai putra seorang profesor, Prabowo mengaku paham benar psikologi seorang profesor.

"Jadi Pak Dasco, selamat, kehormatan yang diberikan di pundakmu tidak ringan, justru menjadi beban dan Anda harus tahu dalam ilmu bernegara, kalau bicara kekuasaan ada macam-macam kekuasaan, ada kekuasaan fisik, ada kekuasaan orang yang punya uang, tapi ada juga yang disebut kekuatan intelektual," kata Prabowo.

"Kadang-kadang pena dan tulisan itu jauh lebih kuat daripada fisik dan uang. Jadi makanya, semua pemerintahan itu selalu hormat dengan guru besar, sama dengan tentara kalau sudah pensiun tetap jenderal," ujarnya.

(gbr/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT