Hendra Kurniawan Akui Perintahkan Anak Buah Amankan CCTV Kompleks Sambo

ADVERTISEMENT

Hendra Kurniawan Akui Perintahkan Anak Buah Amankan CCTV Kompleks Sambo

Wilda Hayatun Nufus, Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 16:55 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama menjalani sidang lanjutan perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).
Hendra Kurniawan (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan mengakui memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan CCTV Kompleks Polri Duren Tiga, TKP pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Hendra menyebutkan hal itu atas perintah mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Hal itu diungkapkan Hendra saat menanggapi kesaksian anggota Timsus Agus Sariful Hidayat di PN Jaksel, Kamis (1/12/2022). Hendra mulanya membeberkan hanya dua pertanyaan yang dilontarkan Agus Sariful saat pemeriksaan oleh Timsus Polri.

"Ketika di timsus, kebetulan yang bersangkutan ada dua pertanyaan yang ditanyakan kepada saya 'Betul ke Jambi?' 'Betul', 'Perintah siapa?' 'FS'," kata Hendra menirukan percakapan dengan Agus.

Hendra juga ditanya Agus Sariful apakah mengamankan CCTV di tempat pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di Kompleks Polri Duren Tiga. Hendra pun mengamini itu dan menyebut melakukan screening CCTV.

"'Kemudian betul perintah mengamankan CCTV?', 'Betul', 'bagaimana bentuknya?' 'Screening', 'screening itu apa?','mendeteksi, menyeleksi yang perlu', 'ada tidak di buku kamus besar?', 'ada silakan cek', 'dilaporkan ke FS?', 'dilaporkan'," kata Hendra menirukan sesi tanya jawab saat pemeriksaan.

Hendra dan Agus Nurpatria Didakwa Rusak CCTV

Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama dan Hendra Kurniawan didakwa merusak CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan Agus dan Hendra bersama dengan empat orang lainnya.

Empat terdakwa lain yang dimaksud adalah Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, AKP Irfan Widyanto, dan AKBP Arif Rachman Arifin. Mereka didakwa dengan berkas terpisah.

Agus dan Hendra didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(whn/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT