RUU KUHP & Kesehatan Picu Perdebatan, Ini Kata Waketum Partai Garuda

ADVERTISEMENT

RUU KUHP & Kesehatan Picu Perdebatan, Ini Kata Waketum Partai Garuda

Danica Adhitiawarman - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 14:34 WIB
Juru Bicara (Jubir) Partai Garuda Teddy Gusnaidi
Foto: Partai Garuda
Jakarta -

Rencana pengesahan RUU KUHP dan RUU Kesehatan mengundang perdebatan. Partai Garuda menjelaskan urusan pengesahan rancangan undang-undang melalui proses yang sudah memiliki aturan tersendiri.

"Terkait rencana pengesahan RUU KUHP dan RUU Kesehatan, itu sudah domain dari lembaga legislatif dan lembaga eksekutif. Jadi jangan rusak aturan main bernegara dengan hal-hal yang tidak penting, termasuk tuduhan-tuduhan yang kadang sudah keluar dari jalur, seolah-olah dua lembaga tersebut melakukan hal yang hina," ujar Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/12/2022).

Teddy mengatakan RUU tidak lahir begitu saja, namun melihat ada kebutuhan secara keseluruhan dan bukan hanya dari satu kelompok kecil. Rancangan yang dibuat tidak muncul secara ajaib, tetapi sudah melalui pendalaman sesuai dengan data yang dimiliki oleh lembaga legislatif ataupun eksekutif.

"Tentu jika ada pihak yang menolak dengan melakukan unjuk rasa, sah-sah saja selama tidak melakukan hal yang melanggar, termasuk membuat tuduhan-tuduhan yang tidak substansi. Tindakan itu pun tidak bisa mengatasnamakan rakyat Indonesia, karena mereka tidak mewakili rakyat Indonesia," ucapnya.

Pihak yang merasa pasal-pasal dalam RUU yang sudah sah tidak sesuai, bisa menggugat ke MK jika sebelum disahkan telah menyampaikan ketidaksetujuannya. MK akan menentukan apakah ketidaksetujuannya benar atau tidak.

"Sekali lagi, yang tidak setuju bukan berarti mereka yang benar, apalagi mereka hanya melihat dari sisi yang terbatas, sedangkan lembaga legislatif dan eksekutif melihat dari banyak sisi, melihat kepentingan yang lebih luas, bukan kepentingan yang sempit," pungkasnya.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT