Partai Garuda Wanti-wanti Politisasi Upah Jelang Pemilu dan Pilkada

ADVERTISEMENT

Partai Garuda Wanti-wanti Politisasi Upah Jelang Pemilu dan Pilkada

Gibran Maulana - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 13:51 WIB
Jubir Partai Garuda Teddy Gusnaidi.
Foto: Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (dok. Partai Garuda).
Jakarta -

Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) di berbagai wilayah sedang menghangat. Partai Garuda mewanti-wanti politisasi upah jelang pergantian rezim.

"Jangan karena mau menjelang Pemilu dan Pilkada, jangan karena ada kepentingan untuk mendapatkan suara, lalu para kepala daerah, pejabat dan lainnya membuat keputusan yang seolah-olah pro rakyat, tapi sebenarnya malah menjerumuskan rakyat dan perekonomian negara," kata Jubir Partai Garuda Teddy Gusnaidi kepada wartawan, Jumat (25/11/2022).

Teddy mengatakan persentase kenaikan upah harus melihat dunia usaha yang masih berjuang, belum normal, pasca covid yang menghantam dunia, di tengah para pekerja yang banyak ter-PHK. Tuntutan kenaikan upah di tengah ancaman resesi, kata Teddy, malah bisa menambah beban berat bagi perekonomian.

"Jangan sampai Pengusaha makin terhimpit, PHK bertambah, sehingga yang ter-PHK sebelumnya saat covid, malah makin sulit mendapatkan pekerjaan. Jangan sampai karena upah naik gila-gilaan, maka harga jual maupun harga beli material naik, yang mengakibatkan turunnya produksi," ulas pria yang juga Waketum Partai Garuda ini.

Akhirnya, dia melanjutkan, yang terlihat gagah hanya para pembuat keputusan, yang bagi pekerja malah merugikan. Ketika pekerja ter-PHK akibat kebijakan itu, maka dapat dipolitisasi lagi, dengan mendukung perjuangan orang-orang yang ter-PHK dalam narasi dan orasi untuk Pemilu dan Pilkada.

"Kenaikan upah yang wajar saja, jangan sampai akhirnya merugikan masyarakat. Yang tadinya memiliki pekerjaan akhirnya tidak lagi memiliki pekerjaan," pungkas Teddy.

Simak juga 'Gerindra-PKB Belum Bisa Bicara Anggota Koalisi Baru, Takut Disharmoni':

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT