Muncul di Poster Reuni 212, Wakil Ketua Wantim MUI Buka Suara

ADVERTISEMENT

Muncul di Poster Reuni 212, Wakil Ketua Wantim MUI Buka Suara

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 22:28 WIB
Poster pemberitahuan acara Reuni 212 beredar di medsos (repro detikcom)
Poster pemberitahuan acara Reuni 212 beredar di medsos. (repro detikcom)
Jakarta -

Poster pemberitahuan acara Reuni 212 beredar di media sosial (medsos). Muka sejumlah tokoh dipasang dalam poster tersebut.

Dari gambar yang beredar, terlihat wajah Habib Rizieq, Ustaz Abdul Somad, hingga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi.

Muhyiddin mengatakan dirinya akan hadir dalam acara yang akan digelar di Masjid At-Tin, Jakarta Timur (Jaktim), pada 2 Desember nanti. Dia mengatakan acara tersebut diisi doa bersama hingga pengumpulan dana untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

"Insyaallah saya akan hadir mendukung mendukung doa bersama dan gerakan fund raising bagi korban gempa bumi Cianjur. Itu wujud nyata dari kepedulian sosial terhadap sesama," kata Muhyiddin kepada detikcom, Rabu (30/11/2022).

Dia mengatakan acara tersebut akan diisi munajat yang tujuan utamanya mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kepasrahan dan harapan karena sejumlah masalah yang dihadapi Indonesia.

"Hubungan vertikal harus diteguhkan agar kita tak kehilangan arah dan kendali hidup ini. Bencana alam dan segala kegaduhan, kekacauan serta bentuk agitasi sosial politik adalah teguran Allah agar tak menyimpang dari tuntunan Allah," kata dia.

"Kita hilangkan segala bentuk negatif thinking terhadap gerakan massa umat Islam yang cinta damai," tambahnya.

Warganet mengomentari poster acara Reuni 212 tersebut. Mereka mengaitkan pihak-pihak yang wajahnya ada dalam poster dengan sebutan 'alumni 212'.

Terkait hal itu, Muhyiddin tidak ambil pusing. Dia mengatakan gerakan 212 menjadi catatan sejarah atas penolakan penistaan agama. Dia menyinggung Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang pernah hadir dalam acara 212.

"Sebetulnya Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wapres JK juga beserta banyak anggota menteri kabinet Jokowi-JK adalah alumni 212. Itu adalah peristiwa bersejarah dengan makna agung di mana umat Islam bersatu menyuarakan penolakan terhadap gelombang dahsyat penistaan agama," katanya.

"Fanatisme terhadap kebenaran absolut ajaran agama wajib dipegang oleh umat beragama termasuk Islam. Tapi fanatisme terhadap pendapat dan ideologi manusia atau kultus individu itu yang harus dihindari," imbuh dia.

(jbr/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT