Duh! PKL Kota Tua Masih Bandel Jualan di Jalan Kunir hingga Trotoar

ADVERTISEMENT

Duh! PKL Kota Tua Masih Bandel Jualan di Jalan Kunir hingga Trotoar

Silvia Ng - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 19:52 WIB
PKL Kota Tua di Jalan Kunir (Silvia Ng/detikcom)
PKL Kota Tua di Jalan Kunir (Silvia Ng/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) masih saja terlihat berjualan di sepanjang Jalan Kunir, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Bahkan, beberapa pedagang terlihat 'menjajah' trotoar yang berada di tengah jalan dekat Halte TransJakarta Museum Fatahillah.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (30/11/2022), terlihat para PKL Kota Tua memanfaatkan bahu jalan hingga trotoar bagian tengah jalan untuk membuka lapaknya. Mereka menjual berbagai hal, dari makanan ringan, aksesori, hingga mainan anak-anak.

Trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, kini digunakan untuk para PKL berjualan. Salah satunya bagi pedagang mainan anak-anak, Tami (60).

Tami mengaku sudah tiga bulan lamanya berjualan di area trotoar bagian tengah jalan dekat halte busway. Dia mengatakan, jika dirinya berjualan di badan jalan, justru diusir.

"Kan nggak boleh (di badan jalan), diusirin melulu," kata Tami saat ditemui detikcom.

PKL Kota Tua di Jalan Kunir (Silvia Ng/detikcom)PKL Kota Tua di Jalan Kunir (Silvia Ng/detikcom)

Tami mengklaim dirinya diperbolehkan berjualan di trotoar bagian tengah jalan ini lantaran hanya 'memakan' sedikit tempat. Dia menyebut bahwa pedagang lainnya yang berukuran relatif besar lapaknya sering diusir dari area trotoar itu.

"(Kalau depan halte) boleh, saya doang (yang boleh). Kalo saya kan dagangnya cuma begini doang, cuma kecil," ungkap Tami.

"Ini aja (pedagang lain) kadang-kadang ntar pindah-pindah. Kalau yang gede-gede (lapaknya) begini diusir, apalagi di seberang (pinggir jalan), nggak boleh," imbuhnya.

Sejalan dengan itu, pedagang aksesori Edi (45) mengatakan Satpol PP selalu menertibkan pedagang, terutama yang berjualan di trotoar bagian tengah jalan. Dia menyebut para PKL diarahkan untuk berpindah ke lokasi binaan (lokbin).

"Iya (tadi sempat diusir), tiap hari pasti ada usiran, soalnya sekarang disuruh ke lokbin," kata Edi.

Edi pun mengaku sempat mengikuti arahan untuk berjualan di area lokbin. Namun, dia akhirnya memutuskan kembali berjualan di pinggir jalan karena lokbin sepi pengunjung.

"Tapi lokbinnya kan nggak memungkinkan. Disana lokbin sepi," ungkap Edi.

"Iya, dulu sih (dagang) di situ. Sempat di situ, tapi sepi," sambungnya.

Edi menyebut dirinya pasrah jika diusir oleh Satpol PP. Dia mengatakan baru akan kembali usai petugas terkait pergi meninggalkan lokasi.

"Iya (nggak apa-apa), ya udah kita pasrah aja mundur, nanti baru datang lagi. Kalau Sabtu Minggu ramai, tapi tetap diusirin. Nanti balik orang-orang masuk lagi, kucing-kucingan, habis gimana, keadaan," kata Edi.

Simak juga 'Ada Rambu Zona LEZ, Pemotor Bandel Tetap Melintasi Kawasan Kota Tua':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT