Disdukcapil DKI: 9.664 Warga Sudah Bikin Kartu Identitas Digital

ADVERTISEMENT

Disdukcapil DKI: 9.664 Warga Sudah Bikin Kartu Identitas Digital

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 17:00 WIB
Ilustrasi e-KTP
Ilustrasi KTP Elektronik (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengungkapkan, saat ini sebanyak 9.664 warga Jakarta sudah membuat identitas kependudukan digital (IKD). Dia mengatakan untuk warga yang ingin membuat identitas digital dapat melalui aplikasi IKD.

"Untuk saat ini DKI Jakarta baru 9.664 (warga membuat IKD)," kata Budi kepada wartawan, Rabu (30/11/2022).

Budi mengatakan KTP digital tersebut berlaku sejak April-Mei 2022. Dia menyebutkan, selain KTP digital, KK digital pun telah tersedia.

"Ini nanti akan ada di HP semua, nanti ada bentuk KK digital, kalau KK digital akan kelihatan keluarga kita. KK juga bisa kelihatan fotonya, juga bisa keliatan berupa KK aslinya. Jadi besok nggak perlu cetak KTP lagi, semua ada di HP," ujarnya.

Berikut ini alur penerbitan identitas kependudukan digital:

1. Penduduk mengundurkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital melalui telepon seluler.

2. Penduduk melakukan registrasi dengan memasukkan NIK, e-mail, nomor HP, dan melakukan swafoto di depan petugas untuk verifikasi wajah dan pindai QR code.

3. Jika pendaftaran berhasil, maka penduduk akan menerima surat elektronik yang berisikan kode aktivasi.

4. Penduduk wajib melakukan proses aktivasi akun dengan memasukkan kode aktivasi yang dikirim melalui e-mail.

5. Penduduk melakukan login menggunakan kata kunci yang telah diberikan sebelumnya (kata kunci dapat diubah oleh penduduk).

6. Setelah berhasil login, akan tampil beranda aplikasi yang berisi menu utama.

7. Terdapat dua cara menampilkan KTP-el, yaitu menampilkannya dalam layar saja, atau menampilkan dalam bentuk kode QR terenkripsi.

Sebelumnya, Dukcapil DKI Jakarta menerbitkan Identitas Kependudukan Digital lantaran ketersediaan blangko e-KTP yang kosong.

"IKD dan suket dapat digunakan untuk membuktikan penduduk yang bersangkutan sudah melakukan perekaman KTP-el dan telah terdata dalam database kependudukan," kata Budi.

Budi mengatakan saat ini kekosongan blangko e-KTP merata di Indonesia. Dia berharap masyarakat dapat lebih bersabar lagi untuk mendapatkan e-KTP.

"Bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman data segera datang ke loket-loket layanan Dukcapil Kelurahan untuk melakukan perekaman dan pendaftaran KTP-el," kata Budi.

"Bagi masyarakat yang telah melakukan perekaman KTP-el, namun belum mendapatkan fisik KTP-el, tidak perlu khawatir karena pemerintah akan memberikan surat keterangan pengganti KTP-el dan/atau menerbitkan identitas kependudukan digital (IKD)," sambungnya.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT