Pemkab Minta PGRI Pandeglang Minta Maaf ke Publik soal Viral Sawer Biduan

ADVERTISEMENT

Pemkab Minta PGRI Pandeglang Minta Maaf ke Publik soal Viral Sawer Biduan

Aris Rivaldo - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 15:25 WIB
Aksi para guru berjoget-joget sambil menyawer biduan dalam acara HUT PGRI di Pandeglang ramai dikecam. PGRI buka suara. (Tangkapan layar video viral)
Aksi para guru berjoget-joget sambil menyawer biduan dalam acara HUT PGRI di Pandeglang ramai dikecam. PGRI buka suara. (Tangkapan layar video viral)
Pandeglang -

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang menyayangkan aksi guru-guru yang tergabung dalam PGRI Pandeglang berjoget dan sawer biduan di atas panggung pada HUT PGRI di Pandeglang. Sekretaris Dindikpora Pandeglang Sutoto menilai aksi sawer biduan tersebut tidak layak dipertontonkan oleh seorang guru.

"Sangat menyayangkan, itu momen yang bagus, hari guru hari yang sakral," katanya, Rabu (30/11/22).

Sutoto mengatakan seorang guru seharusnya memberikan contoh yang baik. Ia juga meminta pengurus PGRI Pandeglang melakukan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

"Dia (pengurus PGRI) membuat permintaan maaf kepada publik, atas yang dipertontonkan acara yang diselenggarakan. Bahwa sampai akhirnya ada saweran seperti itu," katanya.

Sutoto menjelaskan pria yang berjoget dan menyawer biduan yang viral di media sosial itu bukanlah seorang guru. Menurutnya, pria tersebut merupakan ketua koperasi. Ia juga meminta pria tersebut melakukan permohonan maaf karena telah mencoreng nama baik PGRI.

"Termasuk pak ketua koperasinya. Nah jadi harus minta maaf, begitu dia melakukan saweran memakai baju PGRI permohonan maafnya," katanya.

Sutoto mengatakan akan memanggil pengurus PGRI Pandeglang. Pemanggilan itu dilakukan untuk memberikan pembinaan kepada para pengurus.

"Pembinaan PGRI kami akan melakukannya ke pengurus, besok atau lusa saya akan segera panggil melalui kedinasan, pengurusnya untuk membuat klarifikasi," terangnya.

Sebelumnya, video para guru berjoget-joget sambil menyawer di atas panggung viral di media sosial (medsos). Banyak pihak yang mengkritik aksi para guru tersebut.

"Itu perilaku yang sangat memuakkan dan memalukan. Korps PGRI dijadikan ajang untuk pamer kekayaan dan nyawer," kata warga Pandeglang, Uday, kepada wartawan.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT