Kabareskrim Diadukan soal Dugaan Korupsi Tambang Kaltim, KPK Bilang Begini

ADVERTISEMENT

Kabareskrim Diadukan soal Dugaan Korupsi Tambang Kaltim, KPK Bilang Begini

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 15:21 WIB
Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia, Gifrans, laporkan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto ke KPK.
Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia, Gifrans, melaporkan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto ke KPK. (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia melaporkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto ke KPK. Mantan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) itu dilaporkan atas dugaan menerima suap dari pelaku tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Yang tentunya adalah termasuk kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur, yang baru-baru ini sempat viral melibatkan beberapa oknum pejabat, salah satu yang kemudian diduga paling kuat adalah Kabareskrim Mabes Polri," kata Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia Gifrans kepada wartawan di gedung KPK, Rabu (30/11/2022).

"Kami menyampaikan aspirasi sekaligus menyampaikan beberapa data terkait dengan kasus penyuapan tambang ilegal di Kalimantan Timur. Iya (buat laporan)," sambung Gifrans.

Dia mengaku telah menyerahkan dua dokumen kepada KPK terkait laporannya itu. Salah satu dokumen adalah laporan dari eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

"Tadi ada sekitar dua dokumen yang kami serahkan ke KPK. Salah satunya adalah pemeriksaan dari Kadiv Propam Mabes Polri pada waktu itu adalah Sambo yang hari ini terlibat kasus," tutur dia.

Dihubungi terpisah, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan bakal mencari tahu lebih lanjut soal laporan tersebut. Ali memastikan tiap laporan masyarakat yang masuk ke KPK akan ditindaklanjuti.

"Kami masih cek apakah benar ada laporan dimaksud. Namun demikian, setiap laporan masyarakat ke KPK, kami pastikan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan kewenangan KPK," tutur Ali.

Sebelumnya, dugaan tambang ilegal di Kaltim diungkap oleh Ismail Bolong, eks anggota Polres Samarinda, yang kini berhenti dari kepolisian. Pengakuan Ismail Bolong dalam video sempat viral.

Dalam video itu, Ismail Bolong mengaku bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin. Kegiatan ilegal itu disebutnya berada di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang masuk wilayah hukum Polres Bontang, sejak Juli 2020 sampai November 2021.

Ismail Bolong juga menyebut menyetor uang hasil tambang batu bara ilegal ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto sebesar Rp 6 miliar. Pernyataan itu kemudian ditarik lagi oleh Ismail.

Mantan anggota Satuan Intelijen Keamanan (Sat Intelkam) Polres Samarinda itu lalu mengklarifikasi pengakuannya dengan pengakuan baru. Ismail Bolong mengaku dipaksa mantan Karo Paminal Div Propam Polri Hendra Kurniawan untuk membuat pernyataan yang melibatkan Kabareskrim.

Dia pun telah meminta maaf kepada Komjen Agus Andrianto lewat sebuah video.

"Untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dengan penuh tekanan dari Pak Hendra, Brigjen Hendra, pada saat itu saya berkomunikasi melalui HP anggota Paminal dengan mengancam akan dibawa ke Jakarta kalau nggak melakukan testimoni," kata Ismail.

Ismail Bolong mengaku saat itu dia dibawa ke sebuah hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, oleh Paminal Polri. Kala itu, menurut dia, dia disodori sebuah kertas yang berisikan testimoni mengenai Kabareskrim Polri dan kemudian direkam menggunakan handphone.

"Jadi saya mengklarifikasi. Saya nggak pernah memberikan uang kepada Kabareskrim, apalagi pernah saya ketemu Kabareskrim," kata Ismail Bolong.

(aud/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT