Cerita Eliezer soal Tiba-tiba Ada Wanita Nangis di Rumah Pribadi Sambo

ADVERTISEMENT

Cerita Eliezer soal Tiba-tiba Ada Wanita Nangis di Rumah Pribadi Sambo

Wilda Hayatun Nufus, Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 11:38 WIB
PN Jaksel menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bharada Eliezer, Selasa (25/10/2022). Keluarga mendiang Yosua dan pengacara dihadirkan sebagai saksi.
Bharada Richard Eliezer (Fajar Briantomo/detikcom)
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer menceritakan momen ketegangan hubungan Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi. Momen itu terjadi sekitar Juni 2022.

Eliezer menyampaikan hal itu ketika bersaksi untuk Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal di PN Jaksel, Rabu (30/11/2022). Eliezer mengatakan momen itu terjadi di rumah Bangka, Jakarta Selatan.

Awalnya, Eliezer mengatakan dia sempat piket bersama dengan Yosua. Eliezer adalah ajudan yang berjaga di rumah Saguling tempat Putri Candrawathi dan anak-anaknya tinggal.

"Pada saat standby di Saguling ada kejadian, jadi saya dan Mateus di rumah (Saguling). Tiba-tiba ibu turun, almarhum (Yosua) juga turun dari lantai dua bawa senjata langsung ditaruh di dalam mobil," cerita Eliezer.

Menurut Eliezer, Putri saat itu meminta Yosua dan Mateus bersama mengendarai 1 mobil. Sedangkan Eliezer diinstruksikan Putri untuk mengendarai mobil sendiri.

"Kami jalan ke arah Kemang, tapi belum ke kediaman. Jadi Itu biasanya kita komunikasi lewat HT. Saya sempat tanya beberapa kali ke almarhum Yosua, 'Bang, izin ini mau ke mana', 'udah Cad ikut aja dulu' kata dia. Itu perjalanan ada muter-muter di daerah Kemang, saya tidak tahu ini mau ke mana. Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka, kita singgah di kediaman Bangka," papar Eliezer.

Ketika sampai di rumah Bangka, Putri turun dengan wajah marah. Eliezer mengaku sampai tidak berani menyapa atau bertanya ke Putri.

"Jadi saat di kediaman Bangka, ibu turun, saya lihat kondisi ibu marah, saya nggak berani tanya," katanya.

Menurut Eliezer, setengah jam kemudian, Ferdy Sambo juga sampai di rumah Bangka itu bersama ajudannya, Adzan Romer dan Sadam. Wajah Sambo juga terlihat marah saat itu.

"FS masuk, dia juga kayak marah-marah juga, langsung masuk ke rumah. Abis itu almarhum Yosua bilang 'Cad nanti ada Pak Erben mau datang, rekan Bapak', siap Bang," ucapnya.

Singkat cerita, rekan Sambo yang dipanggil Koh Erben itu datang, namun Eliezer tidak melihat kedatangannya karena dia sedang ke belakang rumah. Tiba-tiba, setelah kedatangan Erben, Yosua meminta semua ajudan keluar dari rumah.

"Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'tidak ada selain kami berdua, maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar'," katanya.

Eliezer menyebutkan dia berjaga di depan rumah bersama Farhan dan Alfons. Kemudian, di belakang ada Romer, Sadam, dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) Sambo di rumah Bangka.

Tidak diketahui apa yang terjadi di dalam. Namun, sekitar dua jam kemudian, ada wanita yang keluar dari rumah Sambo. Eliezer mengaku tidak pernah sama sekali melihat wanita itu. Wanita tersebut keluar rumah dalam kondisi menangis.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya?, karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di di dalam ada Pak Erben juga di depan rumah," ucap Eliezer.

Saat itu, wanita yang tidak diketahui Eliezer itu mencari driver-nya. Setelah bertemu dengan driver-nya, wanita itu langsung meninggalkan rumah Bangka.

"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil driver-nya, mobil Pajero hitam, baru driver-nya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ungkapnya.

Sejak kejadian wanita menangis itu, Sambo, katanya, sering ke rumah Saguling. Padahal sebelumnya Sambo ke rumah Saguling hanya ibadah pagi saja, Sambo lebih sering tinggal di rumah Bangka.

"Semenjak kejadian itu, Pak FS sudah sering kali di Saguling," pungkasnya.

Eliezer dalam sidang ini sebagai saksi dalam perkara Biripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Eliezer juga didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak video 'Babak Baru Sidang Eliezer dkk, Ring 1 Sambo Saling Bersaksi':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT