Kenalkan Hakim Hariyadi, Penentu Nasib Hakim Agung Gazalba Saleh vs KPK

ADVERTISEMENT

Kenalkan Hakim Hariyadi, Penentu Nasib Hakim Agung Gazalba Saleh vs KPK

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 10:46 WIB
Gazalba Saleh
Gazalba Saleh (ari saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menetapkan hakim agung Gazalba Saleh menjadi tersangka suap Rp 2, 2 miliar menjatuhkan vonis penjara kepada Budiman Gandi. Gazalba Salah yang merasa tidak bersalah melakukan perlawanan dengan mengajukan upaya praperadilan melawan KPK ke PN Jaksel. Sidang itu akan dipimpin hakim Hariyadi. Siapa dia?

"Sudah ditunjuk hakim tunggal Hariyadi SH MH," kata humas PN Jaksel, Djuyamto kepada wartawan, Rabu (30/11/2022).

Berdasarkan catatan detikcom, nama Hariyadi wira-wiri menangani kasus besar. Salah satunya saat Hariyadi mengadili praperadilan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Saat itu, Nurhadi dan mantunya, Rezky Herbiyono serta Hiendra tidak terima dijadikan tersangka kasus jual beli perkara. Hasilnya, Hariyadi menolak permohonan Nurhadi.

"Menyatakan permohonan praperadilan pemohon I, pemohon II dan pemohon III tidak dapat diterima," kata Hariyadi, pada 2020 lalu.

Kini, Nurhadi, Rezky dan Hiendra menjalani hukuman di LP Sukamiskin karena terbukti korupsi sebagaimana sangkaan KPK.

Hariyadi juga menjadi ketua majelis perdata dalam kasus Tommy Soeharto Vs Pemerintah. Kala itu, Tommy Soeharto tidak terima digusur proyek Tol Desari dan menggugat ganti rugi Rp 56 miliar. Namun Hariyadi bersama anggota Akhmad Suhel dan Suswati menolak gugatan Tommy Soeharto.

"Mengabulkan eksepsi kompetensi absolut Tergugat III tersebut. Menyatakan Pengadilan Negeri tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara Nomor 35/Pdt.G/2021/PN.JKT.SEL," kata Hariyadi dalam sidang pada 2 Desember 2021.

Hariyadi juga menjadi ketua majelis kasus penganiayaan dengan terdakwa Nikita Mirzani. Nikita disebut memukul Ahmad Dopoditiro alias Dipo Latief hingga berdarah pada Juli 2018. Nikita juga melempar asbak kepada korban. Hasilnya, Hariyadi menjatuhkan hukuman percobaan kepada Nikita.

Hariyadi juga ketua majelis yang menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara kepada Yahya Waloni. Di mana Yahya terbukti bersalah melanggar Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Mengadili menyatakan Terdakwa Muhammad Yahya Waloni terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan di kelompok masyarakat tertentu berdasarkan agama," kata Hariyadi.

Kini, Hariyadi menjadi hakim tunggal antara Gazalba Saleh vs KPK. Dua di antaranya, Gazalba meminta:

1. Menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh TERMOHON yang berkaitan dengan Penetapan Tersangka terhadap diri PEMOHON oleh TERMOHON.
2. Memulihkan hak PEMOHON dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Lalu apa kata KPK?

"KPK tentu siap hadapi permohonan praperadilan tersebut. Dari awal KPK sudah memiliki kecukupan alat bukti sehingga menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka dalam perkara dimaksud," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada detikcom, Jumat (25/11/2022).

DAFTAR TERSANGKA SKANDAL MA

KPK menetapkan sejumlah nama karena diduga menerima uang miliaran rupiah agar mengetok putusan sesuai dengan pesanan. Demikian daftar tersangkanya.

2 Hakim Agung

Dua hakim agung dijadikan tersangka yaitu Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh. Sudrajad Dimyati adalah hakim anggota kasasi perkara pailit Intidana dan Gazalba Saleh adalah hakim kasasi pidana Ketua Pengurus KSP Intidana. Gazalba Saleh tidak terima atas status tersangkanya dan mengajukan praperadilan ke PN Jaksel. Saat ini masih berlangsung.

2 Hakim

2 Hakim juga dijadikan tersangka korupsi di kasus itu, yaitu hakim Elly Tri Pangestu (hakim yustisial/panitera pengganti Sudrajad Dimyati) dan Prasetio Nugroho (hakim yustisial/panitera pengganti Gazalba Saleh). KPK menduga keduanya menjadi penghubung untuk transaksi korupsi.

4 PNS MA

KPK juga menerapkan 4 PNS Mahkamah Agung (MA). Mereka adalah:

1. Desy Yustria, sehari-hari PNS bagian Pendaftaran Perkara Perdata MA, diduga berperan sebagai kurir/penerima uang suap.
2. Muhajir Habibie, sehari-hari adalah tukang ketik putusan.
3. Nurmanti Akmal, sehari-hari adalah tukang ketik putusan.
4. Albasri, sehari-hari adalah tukang ketik putusan.

Staf MA
KPK juga menetapkan tersangka staf hakim agung Gazalba Saleh, yaitu Rendy Novarisza.

Penyuap
KPK menetapkan sejumlah orang dengan dugaan sebagia pihak penyuap, yaitu:

1. Ivan Dwi Kusuma Sujanto (nasabah KSP Intidana)
2. Heryanto Tanaka (nasabah KSP Intidana)

Pengacara
Pihak pengacara yang menjadi penghubung di kasus itu juga dijadikan tersangka, yaitu:

1. Yosep Parera
2. Seko Suparno

TANGGAPAN MA

MA masih menunggu waktu untuk menanggapi kasus itu.

"Terkait proses hukum yang dihadapi GZ setelah KPK menetapkan dan mengumumkan sebagai tersangka, kami banyak menerima pertanyaan dari wartawan/media yang menanyakan tindaklanjutnya seperti apa, apakah langsung penonaktifan? Apa tanggapan MA sehubungan dengan hal tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami menjawab bahwa MA akan mengambil sikap nanti pada waktunya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata jubir MA Andi Samsan Nganro kepada wartawan, Senin (28/11/2022).

"Oleh karena itu kita tunggu saja perkembangan selanjutnya," sambung Andi Samsan Nganro.

Lihat video 'Lagi-lagi! 'Wakil Tuhan' Terjerat Kasus Suap':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT