Tanpa Antre, Peserta JKN Kini Bisa Konsultasi Kesehatan Lewat Whatsapp

ADVERTISEMENT

Tanpa Antre, Peserta JKN Kini Bisa Konsultasi Kesehatan Lewat Whatsapp

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 15:52 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Salah satu Staf Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Yovy Harnanda Putra (23) mengaku dimudahkan dengan kehadiran Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA) BPJS Kesehatan. Menurutnya, layanan tersebut membantu dirinya berkonsultasi tentang program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa harus datang dan antre ke kantor BPJS Kesehatan.

"Ini kan zamannya sudah maju apalagi kita juga ada jam kerja, jadi menyesuaikan. Wajib untuk dicoba dulu karena kemudahannya menggunakan layanan PANDAWA sudah saya buktikan," terang Yovy dalam keterangan tertulis, Rabu (30/11/2022).

Merasakan kemudahan pelayanan PANDAWA, Yovy pun dengan senang hati membantu beberapa rekan kerjanya yang ingin menggunakan layanan tersebut untuk mengurus pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sebenarnya sangat gampang sekali sistem layanan PANDAWA ini. Tinggal chat saja ke nomor layanan tersebut dan akan terkirim pesan selanjutnya tunggu saja instruksi. Seperti beberapa waktu yang lalu saya juga membantu rekan kerja untuk perubahan dokter keluarga," jelasnya.

Yovy saat ini terdaftar sebagai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas dua sejak tiga tahun yang lalu. Sebelumnya, ia terdaftar sebagai anak pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari keanggotaan orang tuanya.

"Alhamdulillah masih berlanjut bisa mengikuti Program JKN dan memanfaatkan layanan digital yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan seperti PANDAWA. Pokoknya tidak ada ruginya jadi peserta JKN," tegasnya.

Sebagai informasi, Layanan PANDAWA ini meliputi pendaftaran peserta baru, penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali status kepesertaan, pindah jenis peserta non aktif menjadi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), perubahan atau perbaikan data, ubah FKTP, pengurangan anggota keluarga, perubahan kelas rawat bagi peserta yang belum membayar iuran pertama serta update Nomor Virtual Account (VA) PBPU.

"Banyak inovasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan demi meningkatkan layanannya. Keren kan dan luar biasa," kata Yovy.

Ia berharap peserta JKN bisa lebih dekat dengan layanan digital yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan seperti Pandawa. Sebab program ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan layanan bagi peserta JKN.

"Program JKN ini program yang hebat dan luar biasa untuk itu saya yakin BPJS Kesehatan ingin selalu menghadirkan menu-menu prima untuk meningkatkan layanannya bagi peserta JKN," tutup Yovy.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT