Sambo Ungkap Maksud 'Jangan Dibuat Ramai', Singgung Aturan Perkadiv Propam

ADVERTISEMENT

Sambo Ungkap Maksud 'Jangan Dibuat Ramai', Singgung Aturan Perkadiv Propam

Wilda Hayatun Nufus, Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 18:10 WIB
Ferdy Sambo selalu membawa buku berwarna hitamnya dalam sidang. Sementara Putri Candrawathi hari terlihat membawa map plastik berwarna oranye.
Foto Ferdy Sambo: (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ferdy Sambo mengungkap maksud pesan 'jangan ramai-ramai' kepada mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit. Sambo menyebut hal itu bukan terkait perintangan.

Sambo mengatakan hal itu karena penanganan awal kasus kematian Yosua ditangani oleh Divisi Propam. Penanganan awal oleh Divisi Propam, kata Sambo, tertuang dalam peraturan Perkadiv Nomor 1 Tahun 2009.

"Saya ingin menyampaikan yang saya maksudkan 'jangan ramai ramai' adalah bukan perintangan tapi maksudnya, saya perlu sampaikan bahwasanya penanganan awal oleh Propam itu diatur Perkadiv 1 2009," kata Sambo saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Sambo juga menyanggah keterangan Ridwan yang menyebut dirinya meninggalkan rumah Duren Tiga saat jenazah Yosua dibawa ke RS Polri. Sambo menyebut dirinya ada TKP sampai selesai.

"Jadi terhadap peristiwa yang disampaikan ada keterangan yang saya luruskan, keterangan dari Ridwan saya meninggalkan TKP setelah jenazah dibawa ke rumah sakit, jadi saya masih ada di situ sampai selesai," kata Sambo.

Kemudian, Sambo menjelaskan kronologi keterangan istrinya, Putri Candrawathi kepada AKBP Arif Rachman Arifin. Dia pun menyebut pada 9 Juli, berita acara interogasi Putri Candrawathi belum ditandatangani.

"Kemudian kronologis keterangan ibu PC itu bukan diterima dari istri tapi saya yang menjelaskan ke Arif. Kemudian seingat saya tanggal 9 itu BAI istri saya itu belum ditandatangan karena sudah keburu malam," ujar Sambo.

Sambo mengklaim tidak ada penekanan fisik saat olah TKP dilakukan penyidik Polres Jakarta Selatan. Kemudian Sambo juga menjelaskan soal holster atau sarung pistol.

"Kemudian untuk AKP Samual, saya mungkin menyampaikan bahwa penekanan fisik itu tidak saya lakukan, mungkin secara psikologis," kata Sambo.

"Yang terkait holster itu bukan holster, tapi saya selipkan di pinggang bagian belakang keliatan senjata Combat Wilson pada saat di TKP," ujarnya.

Selanjutnya pesan Ferdy Sambo >>>

Simak Video 'Momen Ferdy Sambo Minta Maaf ke Anak Buah di Sidang Kasus Brigadir J':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT