Ferdy Sambo Sebut Ismail Bolong Sudah Diperiksa di Propam Polri

ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Sebut Ismail Bolong Sudah Diperiksa di Propam Polri

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 13:07 WIB
Jakarta -

Ferdy Sambo mengatakan Ismail Bolong sudah pernah diperiksa oleh Propam Polri ketika dia menjabat sebagai Kadiv Propam. Sambo memastikan dia sudah membuat laporan terkait Ismail Bolong.

"Iya sempat (diperiksa)," ujar Ferdy Sambo di PN Jaksel, Selasa (29/11/2022).

Sambo mengatakan pemeriksaan Ismail Bolong di Propam Polri sudah selesai. Dia juga menegaskan kasus Ismail Bolong itu ditindaklanjuti Propam saat dia memimpin.

"Gini, laporan resmi kan sudah saya sampaikan ke pimpinan secara resmi ya, sehingga artinya proses di propam sudah selesai itu melibatkan perwira tinggi," katanya.

"Selanjutnya, kalau misalnya akan ditindaklanjuti silakan tanyakan ke pihak wewenang. Karena instansi-instansi lain yang akan melakukan penyelidikan," imbuh Sambo.

Karena itu, Sambo membantah jika disebut melepaskan Ismail Bolong. Dia menegaskan pihaknya sudah membuat laporan resmi.

"Laporan resmi kan sudah saya buat, intinya kan seperti itu. Jadi bukan tidak tindak lanjuti. Ya nggak lah (Ismail Bolong dilepas), itu kan buat laporan resmi," tegas Sambo.

Tentang Ismail Bolong

Untuk diketahui, Ismail Bolong merupakan mantan personel Polres Samarinda. Ismail Bolong menjadi sorotan publik lantaran video pengakuannya menyetor uang hasil tambang batu bara ilegal ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto sebesar Rp 6 miliar. Pernyataan itu kemudian ditarik lagi oleh Ismail.

Dalam video itu, Ismail Bolong mengaku bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin. Kegiatan ilegal itu disebutnya berada di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang masuk wilayah hukum Polres Bontang, sejak Juli 2020 sampai November 2021.

Mantan anggota Satuan Intelijen Keamanan (Sat Intelkam) Polres Samarinda itu lalu mengklarifikasi pengakuannya dengan pengakuan baru. Ismail Bolong mengaku dipaksa mantan Karo Paminal Div Propam Polri Hendra Kurniawan untuk membuat pernyataan yang melibatkan Kabareskrim.

Dia pun telah meminta maaf kepada Komjen Agus Andrianto lewat sebuah video.

"Untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dengan penuh tekanan dari Pak Hendra, Brigjen Hendra, pada saat itu saya berkomunikasi melalui HP anggota Paminal dengan mengancam akan dibawa ke Jakarta kalau nggak melakukan testimoni," kata Ismail.

Ismail Bolong mengaku saat itu dirinya dibawa ke sebuah hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, oleh Paminal Polri. Kala itu, kata dia, dia disodori sebuah kertas yang berisikan testimoni mengenai Kabareskrim Polri dan kemudian direkam menggunakan handphone.

"Jadi saya mengklarifikasi. Saya nggak pernah memberikan uang kepada Kabareskrim, apalagi pernah saya ketemu Kabareskrim," kata Ismail Bolong.

Saat ini Ismail Bolong tidak diketahui keberadaanya. Polri sudah berupaya memanggil Ismail Bolong, namun dia tak kunjung datang.

(zap/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT