Kasus AKBP Bambang Kayun, KPK Cecar 3 Saksi soal Aliran Dana-Mobil Mewah

ADVERTISEMENT

Kasus AKBP Bambang Kayun, KPK Cecar 3 Saksi soal Aliran Dana-Mobil Mewah

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 14:44 WIB
Gedung baru KPK
KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK tengah melakukan penyidikan dugaan kasus suap yang menjerat anggota Mabes Polri AKBP Bambang Kayun. Teranyar, penyidik memanggil 3 saksi yang ditanyai soal dugaan adanya penerimaan uang dan mobil mewah.

Hal itu terungkap dalam pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Senin (28/11). Saksi tersebut adalah Mukaffi Jemi Naratama selaku pegawai PT Aria Citra Mulia; Masnen Gustian dan Neshawaty Arsjad selaku advokat.

"Ketiga saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya penerimaan uang dan kendaraan mewah oleh pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (29/10/2022).

Sejatinya, dalam pemeriksaan itu KPK turut memanggil Dewi Ariati selaku ibu rumah tangga dan Yayanti selaku pihak swasta. Akan tetapi, Ali menyebut keduanya bakal dijadwal ulang karena tidak menghadiri pemeriksaan saat itu.

Diketahui, KPK menetapkan seorang polisi, AKBP Bambang Kayun, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Bambang Kayun diduga menerima uang miliaran rupiah.

"Benar KPK, telah memulai penyidikan baru mengenai dugaan korupsi suap dan gratifikasi terkait dengan pemalsuan surat dalam perkara perebutan hak ahli waris PT ACM (Aria Citra Mulia)," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

"Diduga tersangka terima uang miliaran rupiah," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

Selain AKBP Bambang Kayun, KPK juga telah menetapkan sejumlah tersangka lain yang berstatus sebagai pihak swasta.

"Adapun pihak yang menjadi tersangka salah satunya benar pejabat di Divisi Hukum Kepolisian RI saat itu dan juga dari pihak swasta," ucap dia.

Baca halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT