Andre Rosiade Sampaikan Aspirasi Masyarakat Pesel-Pasaman ke Menteri PUPR

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Sampaikan Aspirasi Masyarakat Pesel-Pasaman ke Menteri PUPR

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 09:43 WIB
Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade yang dipindah tugaskan sementara waktu ke Komisi V DPR-RI menyampaikan aspirasi dari masyarakat dan pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Aspirasi itu terkait mangkraknya pembangunan jaringan irigasi Lubuk Buaya, di Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan (Pesel).

"Ada aspirasi dari masyarakat Pesisir Selatan terkait irigasi lubuk buaya 3300 hektare di air haji Kabupaten Pesisir Selatan yang mangkrak sejak 2015," kata Andre dalam keterangannya dikutip Selasa (29/11/2022).

Hal itu dikatakan dalam rapat kerja antara Komisi V DPR-RI dengan Menteri PUPR di Gedung DPR-RI, Senayan, Senin (28/11).

Andre yang juga merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini menjelaskan bahwa pada tahun 2010 sampai tahun 2012 sudah sempat di bangun konstruksinya dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 60 miliar lalu ditambah lagi Rp 10 miliar namun saat ini proyek jaringan irigasi tersebut mangkrak dan terjadi kerusakan dimana-mana.

"Dan harapan kami aspirasi dari masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan ini bisa dieksekusi sehingga jaringan irigasi di Air Haji ini bisa diperbaiki dan bisa dipergunakan. Karena sejak awal dibangun tidak pernah dipergunakan. Penyelesaian proyek ini harus terus didorong, karena bisa mengairi 3500 ribu hektar sawah di Punggasan dan Air Haji," jelas Andre.

Bantuan Korban Gempa Pasaman

Tak hanya menyampaikan aspirasi dari Kabupaten Pesisir Selatan, Andre juga membawa aspirasi dari masyarakat dan pemerintah Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat terkait bantuan bagi korban gempa yang terjadi didaerah tersebut beberapa waktu lalu.

Bahwa, lanjut Andre, saat ini masih banyak korban gempa yang mengalami rumah rusak sedang dan ringan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Sedangkan rumah rusak berat sudah mendapatkan penggantian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 50 juta.

"Lalu ada aspirasi dari Bupati Pasaman terkait gempa Pasaman dan Pasaman Barat yang sudah dibantu dana BNPB untuk rumah rusak berat sebesar Rp 50 juta. Tapi masih banyak rumah rumah yang rusak sedang itu yang belum dibantu perbaikannya di Pasaman maupun di Pasaman Barat," imbuhnya.

Karena itu Andre berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk dapat membantu para korban gempa di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat yang rumahnya mengalami rusak sedang dan ringan. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat sudah mengirimkan surat untuk Kementerian PUPR terkait hal tersebut.

"Pihak pemerintah Pasaman dan Pasaman Barat sudah bersurat ke kementerian PUPR, harapannya agar ini bisa segera di eksekusi oleh Kementerian PUPR," pungkas Andre.

(mpr/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT