Hakim Perintahkan Ibu Bawa Bayi di Rutan Pendeglang Jadi Tahanan Rumah

ADVERTISEMENT

Hakim Perintahkan Ibu Bawa Bayi di Rutan Pendeglang Jadi Tahanan Rumah

Aris Rivaldo - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 00:42 WIB
Pengacara terdakwa ibu bawa anak bayi di Rutan Kelas II B Pandeglang meminta kepada majelis hakim untuk menangguhkan penahanan. Hakim persindangan memerintahkan agar ibu membawa bayi jadi tahanan rumah.
Sidang pemalsuan surat dengan terdakwa ibu bawa bayi di Rutan Pandeglang. (Aris Rivaldo/detikcom)
Jakarta -

Pengacara terdakwa ibu bawa anak bayi di Rutan Kelas II B Pandeglang meminta kepada majelis hakim untuk menangguhkan penahanan. Hakim persidangan memerintahkan agar ibu membawa bayi jadi tahanan rumah.

Permintaan penangguhan penahanan tersebut disampaikan oleh pengacara pada sidang lanjutan keterangan saksi-saksi atas perkara pemalsukan surat di pengadilan negeri Pandeglang, Senin (28/11/22).

"Saya selaku tim kuasa hukum dari pengacara terdakwa mengajukan penangguhan penahanan kepada terdakwa. Mengingat bayi saat ini masih menyusui," kata pengacara terdakwa, Resti Komalwati, kepada majelis hakim Pengadilan negeri Pandeglang.

Pengacara menyampaikan permohonan penangguhan penahanan dengan alasan terdakwa memiliki bayi yang mengalami kelainan jantung. Maka dari itu, ia meminta kepada majelis hakim untuk menangguhkan penahanan rutan menjadi penahanan rumah.

"Kami sampaikan secara lisan maupun tulisan. Memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk ditangguhkan penahanan," katanya.

Majelis hakim mengabulkan permohonan yang diminta oleh pengacara terdakwa. Majelis hakim meminta kepada terdakwa untuk mentaati syarat-syarat yang telah ditetapkan.

"Memerintahkan penuntut umum untuk mengalihkan tahanan atas terdakwa tersebut dari tahanan rutan, menjadi tahanan rumah," kata hakim ketua, Arlyan.

"Terdakwa tidak melarikan diri, tidak akan mengulangi perbuatan, dan tidak akan menghilangkan barang bukti. Terdakwa harus hadir di perairan pada waktu yang ditetapkan. Terdakwa tidak akan menjauhi hukuman apabila putusan dalam perkara ini memperoleh kekuatan hukum tetap," tambahnya.

Terdakwa yang mengikuti sidang di Rutan Pandeglang menyambut baik keputusan tersebut. "Terimakasih yang mulia," kata terdakwa.

(rfs/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT