Bayi Dibawa Ibu di Rutan Pandeglang Disebut Alami Pembengkakan Jantung

ADVERTISEMENT

Bayi Dibawa Ibu di Rutan Pandeglang Disebut Alami Pembengkakan Jantung

Aris Rivaldo - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 15:34 WIB
Ilustrasi Kaki Bayi Baru Lahir Terlihat Bengkok, Ini Alasannya Bun
Ilustrasi bayi (Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages)
Jakarta -

Ketua Komnas Anak Provinsi Banten Hendry Gunawan mengungkapkan kondisi anak yang dibawa ibu di Rutan Pandeglang. Anak itu disebut mengalami pembengkakan jantung.

"Si anak sampai kemudian ada pembengkakan jantung, karena semenjak kehamilan si ibu tertekan. Jadi 2021 si ibu tertekan akibat kasus ini, sehingga anaknya lahir dengan ada pembengkakan jantung," katanya, Jumat (25/11/2022).

Pada saat Komnas Anak Provinsi Banten didampingi Komnas Anak Pandeglang dan Cilegon mendapatkan informasi bahwa si anak mengalami pembengkakan jantung. Menurutnya, ibu itu bercerita kepada Ketua Komnas Anak Cilegon yang kebetulan sebagai dokter bahwa si anak menderita penyakit jantung.

"Kemarin karena kebetulan ada dokter juga, ketua Komnas Anak Cilegon dokter Adi yang kemudian bertanya langsung kepada ibunya terkait dengan masalah jantung si anaknya. Jadi informasi si ibu, si anak ini karena memang lahirnya waktu itu bermasalah. Akhirnya si anak ada pembengkakan jantung," katanya.

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, si anak tidak layak ditempat di Rutan. Berdasarkan pengakuan dari si ibu, anak tersebut harus menjalani kontrol perkembangan jantung yang dideritanya.

"Posisi si anak masih dalam masa treatment, masih dalam masa pengobatan dan itu masih kontrol cek pembengkakan jantungnya. Yang kita khawatir ditempatkan seperti itu apakah kemudian si anak bisa difasilitasi dengan maksimal atau tidak," terangnya.

Ia khawatir atas kondisi anak tersebut, terlebih masih dalam masa menyusui, sehingga bisa mengganggu tumbuh kembangnya. Ia mengatakan, jika dalam kondisi ibu itu tertekan, pemberian ASI eksklusif tidak akan maksimal.

"Untuk masih usia 7 bulan si anak, masih butuh ruang untuk mengeksplor dirinya, kemudian masih dalam masa tumbuh kembang. Kemudian dari sisi ASI ekslusif, apalagi ketika si ibunya dalam masa tahanan ini kan penuh tekanan. Ketika penuh tekanan tersebut, maka bisa jadi ASI eksklusif tidak akan maksimal," katanya.

Sebelumnya, seorang ibu di Pandeglang menjalani masa tahanan di Rutan Kelas II B Pandeglang dengan membawa anak. Ibu itu terpaksa membawa anak tersebut karena masih menyusui.

"Ikut ditahan bersama ibunya," kata Ketua Komnas Anak Provinsi Banten, Hendry Gunawan, Jumat (25/11/2022).

Simak juga 'Kala Terima Nasib, Napi di Surabaya Harus Kembali Ditahan Usai Melahirkan':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT