Lukas Enembe Kembali Minta Izin Berobat ke LN, KPK Akan Rapat Pimpinan

ADVERTISEMENT

Lukas Enembe Kembali Minta Izin Berobat ke LN, KPK Akan Rapat Pimpinan

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 21:26 WIB
Gedung baru KPK
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Kuasa hukum Lukas Enembe mengklaim kliennya sakit parah seminggu belakangan dan meminta izin berobat ke luar negeri. Menanggapi hal itu, KPK bakal mendiskusikannya dalam rapat pimpinan (rapim).

"Masalah pengacara Lukas Enembe meminta berobat terhadap kliennya ke luar negeri, ya tentunya akan kita bahas di rapim ini," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Senin (28/11/2022).

Dia menjelaskan sejatinya keputusan menyangkut hal itu tak bisa ditentukan oleh dirinya sendiri. Oleh sebab itu, dia perlu membahas hal itu pada rapat pimpinan.

"Karena putusannya tidak bisa keputusan sendiri, ini adalah keputusan pimpinan," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Papua Lukas Enembe kembali meminta izin kepada KPK untuk berobat ke luar negeri. Pihak Lukas mengklaim surat permohonan untuk berobat ke luar negeri itu dikirim ke KPK dengan alasan kesehatan yang semakin memburuk.

Pengacara Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, mengklaim bahwa permintaan itu didasari surat rekomendasi pihak dokter swasta yang menangani Lukas. Dalam surat itu, Roy menyebut kesehatan Lukas memburuk dalam satu minggu terakhir.

"Namun keadaannya memburuk dengan cepat sejak satu minggu terakhir. Fungsi ginjal pasien ada pada batas kritis," kata Roy Rening dalam keterangannya membacakan isi surat rekomendasi dokter RS Mount Elizabeth, Senin (28/11).

"Pasien telah disarankan untuk dievakuasi ke Singapura, dengan izin langsung masuk RS Mount Elizabeth," tambahnya.

Roy menambahkan pihaknya mengirimkan surat ke Ketua KPK Firli Bahuri terkait permintaan izin berobat ini. Menurutnya, surat yang dikirim pada 28 November itu berisikan permohonan berobat Lukas ke Singapura.

"Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua secara resmi bersurat ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengajukan Surat Permohonan Izin Berobat Gubernur Papua ke Singapura," ucapnya.

Tanggapan KPK

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut bahwa pihaknya hingga saat ini masih belum menerima surat permohonan izin berobat ke luar negeri Lukas Enembe.

"Kami belum terinfo soal tersebut," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi detikcom, Senin (28/11).

"Kami akan cek apakah ada surat yang diterima KPK," tutup Ali.

Adapun dalam perkara ini, Lukas Enembe sendiri sebelumnya memang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi suap dan gratifikasi bersumber APBD Provinsi Papua. Akan tetapi, dia mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan kesehatan.

Setelah itu, Ketua KPK beserta tim penyidik independen Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat mendatangi Lukas Enembe di Jayapura, Papua. Pihak KPK 'jemput bola' guna memperoleh keterangan dari Lukas Enembe.

(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT