Saksi Ungkap Reaksi Hendra Saat Tahu Skenario Sambo: Kita Dikadalin

ADVERTISEMENT

Saksi Ungkap Reaksi Hendra Saat Tahu Skenario Sambo: Kita Dikadalin

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 19:05 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria menjalani sidang kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J. Mereka kompak mengenakan kemeja hitam.
Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kaden A Ropaminal, Kombes Agus Nurpatria, mengaku baru tahu skenario palsu mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo soal peristiwa tembak-menembak dari mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan. Kepada Agus, Hendra mengatakan semuanya sudah dibohongi oleh Sambo.

Hal itu diungkap Agus saat menjadi saksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal di PN Jaksel, Senin (28/11/2022).

Diketahui, Agus dan Hendra sempat ditempatkan dalam tempat khusus (patsus) lantaran melanggar etik dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir N Yosua Hutabarat. Sebelum di patsus, Hendra menelepon Agus dan mengatakan sudah dibohongi oleh Sambo.

"Waktu itu sebelum di patsus Pak Hendra telepon saya, Pak Hendra bilang 'Gus kita dikadalin," kata Agus.

"Maksudnya apa dikadalin?" tanya pengacara Eliezer, Ronny Talapessy.

"Dibohongin, saya sempat mengumpat juga' kita dikadalin, Bang'," kata Agus.

Saat itu, kata Agus, dirinya merasa sangat kecewa. Dia pun melampiaskan kekecewaannya dengan mengumpat.

"Bagaimana perasaan saksi?" tanya Ronny.

"Saya kecewa," jawab Agus.

"Apa rasa kecewa saudara saksi reaksi saudara saksi?" tanya Ronny.

"Itu saya mengumpat 'masak kita dikadalin'," jawab Agus.

Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal Didakwa Terlibat Pembunuhan Berencana Yosua

Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lihat Video: Sambo Disebut Menangis Gegara Tak Bisa Jaga Putri Candrawathi

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT