Putri Nangis Saat Diinterogasi: Ada yang Megang Saya di Kamar Duren Tiga

ADVERTISEMENT

Putri Nangis Saat Diinterogasi: Ada yang Megang Saya di Kamar Duren Tiga

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 18:45 WIB
Terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kembali menjalani sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).
Putri Candrawathi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kabag Gakkum Provost Divisi Propam Polri Kombes Susanto Haris menyebut istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, menangis saat diinterogasi oleh Karo Provos Divisi Propam Polri saat itu, Brigjen Benny Ali. Kepada Benny, Putri menyebut ada seseorang yang masuk ke kamarnya di Duren Tiga dan memegangnya.

Hal itu diungkap Susanto saat menjadi saksi lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal di PN Jaksel, Senin (28/11/2022).

Mulanya, kata Susanto, Benny Ali bertanya kepada Sambo soal posisi Putri Candrawathi seusai penembakan Yosua di Kompleks Polri Duren Tiga. Benny Ali akan bertanya kepada Putri perihal kejadian di Duren Tiga. Sambo menyebutkan istrinya itu ada di rumah di Saguling.

"Kemudian Pak Benny Ali menanyakan kepada Pak FS 'Ibu di mana? Kami ingin tahu cerita sesungguhnya 'Ibu di Saguling'," jawab Susanto menirukan percakapan Benny Ali dengan Sambo.

Kemudian, saat itu Susanto berangkat bersama Benny Ali menuju rumah Saguling. Di sana, Benny Ali bertanya kepada Putri mengenai peristiwa sesungguhnya yang terjadi di Duren Tiga.

"Pak Benny Ali berangkat. Kami berangkat satu mobil dengan Benny Ali menuju Saguling," kata Susanto.

"Setelah itu ketemu Putri apa yang ditanyakan?" tanya jaksa.

"'Ibu apa sih kejadian sesungguhnya?," kata Susanto. Dia menirukan pertanyaan yang diajukan Benny Ali kepada Putri.

Susanto mengungkap Putri awalnya hanya menangis. Kemudian, Putri mengungkap ada seseorang masuk ke kamarnya di Duren Tiga.

"Kemudian nangis, 'saya ada di ruang tengah masuk ke kamar di Duren Tiga ada yang masuk," kata Susanto.

Putri saat itu menceritakan ada seseorang yang memegangnya. Kepada Benny Ali dan Susanto, Putri mengaku saat itu berteriak dan memanggil orang yang ada di rumah saat itu.

"'Terakhir di dalam kenapa Ibu?' Ada yang megang kemudian saya teriak sambil saya panggil' salah satu nama kurang tahu Richard atau Ricky yang dipanggil," ujar Susanto.

Eliezer, Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal Didakwa Terlibat Pembunuhan Berencana Yosua

Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak Video: Sambo Disebut Menangis Gegara Tak Bisa Jaga Putri Candrawathi

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT