Polisi Periksa 13 Saksi Pemukulan Remaja, Status 'Anak Kombes' Masih Saksi

ADVERTISEMENT

Polisi Periksa 13 Saksi Pemukulan Remaja, Status 'Anak Kombes' Masih Saksi

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 18:13 WIB
Poster
Ilustrasi Pemukulan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih mendalami kasus pemukulan remaja berinisial FB (16) oleh RC (19), yang diduga merupakan anak polisi berpangkat Kombes, di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan (Jaksel). Hingga kini, polisi sudah memeriksa total 13 saksi di kasus tersebut.

"Jadi kita sudah memeriksa 13 orang saksi," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma saat dihubungi wartawan, Senin (28/11/2022).

Dari 13 orang saksi yang diperiksa, di antaranya termasuk korban dan juga terlapor yang mengaku sebagai anak Kombes. Selain itu, saksi lain dari pelatih hingga Ibu korban yang juga pelapor turut diperiksa.

"Yang jelas (terlapor) sudah diperiksa, kemudian penyidik kemarin sudah periksa 13 orang. Ibu, pelapor, terlapor, pelatih, asisten pelatih, kakak pelapor, teman-teman korban," ujarnya.

Nurma mengatakan hingga kini status terlapor masih sebagai saksi. Rencananya pihak kepolisian memeriksa sejumlah saksi lain untuk mendalami duduk perkara dalam kasus yang ada, termasuk mencocokkan keterangan terlapor dan pelapor.

"Iya (status terlapor) masih saksi kan masih pemeriksaan terus. Sekarang masih mau periksa lagi saksi-saksi yang melihat atau mendengar kejadian itu. Kita masih dalami lagi (keterangan terlapor dan pelapor). Makanya kalau betul-betul jelas duduk perkara," jelasnya.

Kronologi Pemukulan

Kasus diduga anak kombes menganiaya temannya terjadi di lingkungan PTIK, Jaksel, Sabtu (12/11), pekan lalu. Hal itu diketahui berdasarkan keterangan ibu korban yang melaporkan dugaan pemukulan itu ke polisi.

"Tiba-tiba anak saya pulang ke rumah, terus dia lapor dia dipukul sama salah satu anak petinggi polisi. Tempat kejadiannya di PTIK," kata ibu korban, Yusna, Sabtu (19/11).

Yusna selaku ibu korban mengatakan pemukulan itu rupanya dilakukan di depan pelatih keduanya. Selain itu, korban disuruh meminta maaf kepada pemuda yang diduga sebagai pelaku itu.

"Yang paling bikin saya miris itu pelatihnya itu tahu kalau anak saya sudah dibuat bonyok sama anak ini dan dia lihat sendiri kalau anak saya sudah dipukul sama anak itu," kata Yusna.

"Ketika anak saya minta maaf, anak itu nggak mau terima maaf saya. Terus dipaksain 'itu si Bagas sudah minta maaf'. Jadi dia tepis tangan Bagas terus bilang, 'oke kali ini saya maafin, tapi besok gue habisin lu'," tambahnya.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT