Polresta Bogor Gelar Perkara Khusus Pemerkosaan di Kemenkop Rabu Lusa

ADVERTISEMENT

Polresta Bogor Gelar Perkara Khusus Pemerkosaan di Kemenkop Rabu Lusa

M Shol - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 18:03 WIB
Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Rizka Fadhila (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Bogor -

Polresta Bogor Kota akan menggelar perkara khusus terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh sesama pegawai di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM). Gelar perkara khusus dilakukan untuk memastikan kasus tersebut kembali dibuka penyidikannya atau tidak.

"Agenda hari Rabu gelar khusus di Polda (Polda Jawa Barat)," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Rizka Fadhila kepada detikcom, Senin (28/11/2022).

Rizka menegaskan pihaknya tetap akan melaksanakan keputusan rapat koordinasi yang dihadiri Menko Polhukam Mahfud Md, Kemenkop UKM, dan Polri.

Penyidik masih menunggu petunjuk teknis untuk membuka kembali kasus dugaan perkosaan yang sempat disetop setelah terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Polresta Bogor Kota.

"Saat ini penyidik menindaklanjuti apa yang menjadi hasil keputusan rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, dan pelaksanaan teknisnya masih berkoordinasi dengan Polda Jabar," kata Rizka.

SP3 Bakal Dicabut

Diberitakan sebelumnya, Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan mengatakan akan ada gelar khusus bersama Polda Jabar membahas kasus dugaan pelecehan seksual oleh sesama pegawai Kemenkop UKM. Hasil gelar khusus nantinya akan dijadikan acuan penyidikan kasus yang sempat dihentikan.

"Menindaklanjuti dari hasil rapat tersebut, ada mekanisme yaitu mekanisme gelar khusus yang akan dilaksanakan oleh Polda Jabar dengan perangkatnya, perangkat itu kan ada Irwasda, dari Bidkum, dari Irwasdik dari Propam termasuk juga nanti dari Polresta," kata Ferdy dikonfirmasi Rabu (23/11).

Dari gelar khusus bersama Polda Jabar, kata Ferdy, akan keluar rekomendasi yang akan dijadikan acuan bagi penyidik Polresta Bogor Kota untuk melanjutkan kasus yang sempat dihentikan dengan penerbitan SP3.

"Dari gelar khusus itu nanti rekomendasinya yang akan kita gunakan untuk membuka kembali atau melanjutkan proses penyidikan kasus yang kemarin sempat dihentikan," kata Ferdy.

"Sekarang ini kami masih tunggu dari Polda untuk undangan kegiatan gelar khususnya. Karena nanti rekomendasi dari gelar khususnya akan kami gunakan untuk membuka perkara ini, begitu prosedurnya," tambahnya.

(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT