Drama Penembakan di Kebon Sirih
Selasa, 25 Jul 2006 19:22 WIB
Jakarta - 5 Anggota sindikat perampok nasabah bank dilumpuhkan aparat kepolisian. 1 Orang tewas di tempat dan 4 lainnya diringkus. Polisi kini masih mengejar kawanan perampok lainnya yang berhasil kabur dengan menggunakan mobil Toyota Vios.Demikian disampaikan oleh Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatantras) Polda Metro Jaya AKBP Edy Tambunan, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (25/7/2006).Menurut Edy, baku tembak dengan perampok itu terjadi ketika MN (nasabah bank) akan menukarkan uang rupiahnya dengan dolar AS di BCA Karanganyar, Tanah Abang, senilai Rp 1,3 miliar. Diduga MN mengenal salah satu anggota sindikat perampok tersebut.MN ditengarai sering berhubungan dengan salah satu anggota sindikat itu lewat telepon untuk menentukan lokasi penukaran uang tersebut. Namun saat komunikasi, lokasi penukaran uang berpindah-pindah. Awalnya akan dilakukan di Hotel Sofyan, kemudian pindah ke Hotel Menteng, dan sejumlah lokasi lain di sekitar Menteng.Pada saat mobil Honda CRV MN melintas di depan Bank Danamon Jalan Kebon Sirih, ada 2 mobil yang memepetnya yaitu mobil Toyota Vios warna hitam dan Toyota Avanza warna hitam. Dari mobil Avanza tersebut, 2 perampok turun dan langsung menodongkan pistolnya ke MN.Untunglah pada saat itu polisi sedang melakukan operasi Berantas Jaya yaitu operasi memberantas kejahatan jalanan. Saat itulah polisi menangkap dan sempat terjadi baku tembak.Satu orang yang akhirnya tewas tertembak aparat bernama Nasar (sebelumnya disebut-sebut Yohannes) membawa pistol asli jenis revolver. Seorang lagi bernama John membawa pistol mainan warna coklat berjenis FN.Saat baku tembak itulah anggota sindikat yang menggunakan mobil Toyota Vios langsung kabur. Polisi akhirnya bisa menangkap Patrick warga Kamerun, John, Suwarna dan Hermanus. Sementara KTP yang ditemukan di TKP adalah KTP milik adiknya Hermanus.
(san/)











































