Ternyata Surat Izin Bawa Senjata Eliezer dan Yosua Tanpa Tes Psikologi!

ADVERTISEMENT

Ternyata Surat Izin Bawa Senjata Eliezer dan Yosua Tanpa Tes Psikologi!

Zunita Putri - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 15:44 WIB
Sidang Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf
Sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Kepala Urusan Logistik Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polri, Linggom Parasian Siahaan, mengungkapkan awal mula surat izin membawa senjata api (senpi) Bharada Richard Eliezer dan Brigadir Yosua Hutabarat dikeluarkan. Linggom mengatakan surat izin keduanya dikeluarkan atas perintah Ferdy Sambo.

Awalnya, Linggom mengatakan, pada 15 Desember 2021, dia dipanggil Kepala Yanma Polri, yang saat itu dijabat Kombes Hari Nugroho, dan diberi surat atas nama Eliezer dan Yosua untuk dibuatkan surat izin membawa senpi.

Setelah Linggom selesai membuat surat izin memegang senjata api, surat itu tidak langsung diserahkan, namun diminta disimpan oleh Kombes Hari.

"Besok harinya Pak Kayanma memanggil saya, 'ini surat senjata apinya kamu simpan kembali karena prosedurnya tidak lengkap. Tidak ada tes psikologi, tidak ada pengantar satker, dan tidak ada surat keterangan dokter'," kata Linggom saat bersaksi dalam sidang di PN Jaksel, Senin (28/11/2022).

Beberapa hari kemudian, Linggom diminta menghadap ke Kombes Hari lagi dengan menyerahkan surat izin tersebut. Sebab, Kombes Hari ditelepon Ferdy Sambo.

"Empat hari kemudian saya ditelpon lagi sama pak kayanma agar menurunkan kembali surat senjata api tersebut. Saya antar ke ruangan beliau, saya serahkan ke bapak kayanma, setelah pak kayanma terima, langsung pak kayanma berbicara kepada saya 'barusan saya ditelpon kadiv propam Pak Sambo agar segera tanda tangan', setelah itu saya serahkan," ucap Linggom.

Menurut Linggom, syarat tes psikologi hingga tes dokter itu wajib diajukan untuk menerbitkan surat izin tersebut. Hasil tes itu masuk ke prosedur penggunaan senjata api.

"Prosedur untuk penggunaan senjata api wajib ada surat keterangan dari satker, tes psikologi, dan tes dokter," katanya.

"Saudara masih ingat senjata apa yang dipegang Eliezer dan Yosua dalam surat tersebut?" tanya hakim.

"Untuk Bharada Eliezer jenisnya glock, kemudian untuk Brigadir Yosua HS," jawab Linggom.

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang ini adalah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lihat Video: Cerita AKBP Arif Disebut Sambo 'Apatis' Gegara Telat Datang

[Gambas:Video 20detik]



(zap/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT