KPK Cecar Anggota DPR Utut Adianto Soal Aliran Uang Kasus Rektor Unila

ADVERTISEMENT

KPK Cecar Anggota DPR Utut Adianto Soal Aliran Uang Kasus Rektor Unila

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 22:51 WIB
Gedung baru KPK
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

KPK mencecar anggota DPR RI Fraksi PDIP Utut Adianto soal dugaan suap penerimaan mahasiswa baru yang menjerat Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani. Utut dimintai keterangan soal dugaan permintaan untuk meluluskan calon mahasiswa baru Unila.

Hal itu terungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Utut pada Jumat (25/11). Selain Utut, penyidik KPK turut mencecar Mustopa Endi Saputra Hasibuan selaku pihak karyawan swasta dan Uum Marli, yang merupakan seorang pedagang.

KPK juga turut memanggil sejumlah saksi lain. Mereka di antaranya Tamanuri selaku anggota DPR RI, Fatah Sulaiman selaku Rektor Untirta, Helmy Fitriawan selaku PNS, Fatah Sulaiman selaku PNS, Sulpakar selaku PNS, dan Nizamuddin selaku pihak swasta.

"Seluruh saksi memenuhi panggilan Tim Penyidik dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya permintaan untuk diluluskan menjadi mahasiswa baru melalui perantaraan orang kepercayaan tersangka Karomani," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (25/11/2022).

Selain itu, Ali menyebut penyidik KPK turut mendalami soal aliran uang ke Karomani dalam perkara yang tengah diusut KPK.

"Disamping itu didalami lebih lanjut terkait dugaan penyerahan uang untuk Tersangka Karomani," tambahnya.

Diketahui, KPK menetapkan Rektor Unila Karomani sebagai tersangka. Selain Karomani, KPK menetapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryand, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, dan pihak swasta Andi Desfiandi.

Dalam OTT kasus ini, KPK menyita uang tunai Rp 414,5 juta, slip setoran deposito dengan nilai Rp 800 juta, hingga kunci safe deposit box yang diduga berisi emas senilai Rp 1,4 miliar. Selain itu, KPK menyita kartu ATM dan buku tabungan berisi uang sebesar Rp 1,8 miliar.

KPK menduga Karomani aktif terlibat dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa baru dalam Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila). Karomani mematok harga bervariasi untuk meluluskan mahasiswa, dari Rp 100 juta hingga Rp 350 juta.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT