Polisi Bicara Fenomena Pelanggaran Lalu Lintas Saat Tilang Manual Dihapus

ADVERTISEMENT

Polisi Bicara Fenomena Pelanggaran Lalu Lintas Saat Tilang Manual Dihapus

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 13:01 WIB
Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai diberlakukan di Kota Bandung. Total ada 21 titik yang dipasang.
Ilustrasi Kamera Tilang Elektronik (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menghapus tilang manual sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menilai penghapusan tilang manual hal positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas.

"Tilang elektronik adalah untuk memberikan suatu pengawasan edukasi kepada masyarakat bahwa tertib lalu lintas adalah hal yang memang harus dilaksanakan. Kalau kita menggunakan manual akan kerepotan. Instruksi Kapolri tilang elektronik harus segera, langkah yang terbaik untuk mendisiplinkan daripada masyarakat," kata Kombes Latif Usman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Polda Metro Jaya telah menggunakan tilang elektronik dengan menyebar kamera e-TLE statis di 53 titik Jakarta. Di samping itu, Polda Metro Jaya juga telah meluncurkan 10 e-TLE mobile untuk melakukan pengawasan di wilayah yang tidak ter-cover e-TLE statis.

"Karena kalau masih manual istilahnya kayak kucing-kucingan. Polda Metro Jaya dari tahun 2019 sebetulnya sudah ada 53 titik e-TLE statis. Besok akan kita launching untuk melengkapi daripada seluruh pengawasan ruas jalan yang ada di Jakarta. Ada 10 e-TLE mobile yang akan kita operasionalkan," ujarnya.

Fenomena Pelanggaran Lalu Lintas

Salah satu tantangan dari penghapusan tilang manual adalah munculnya pelanggaran-pelanggaran para pengendara. Misalnya, dengan melepas dan memalsukan pelat nomor.

"Nah inilah tetap akan kita lakukan penindakan secara manual. Kita akan memeriksa, akan melihat nomornya. Kalau pelat nomor tidak ada kita akan cek," ucapnya.

Apabila setelah dicek ada yang mendekati unsur pidana, pengendara akan ditindak. Salah satunya dengan menyita kendaraan tersebut.

"Nah kalau ini ada unsur-unsur yang mendekati unsur pidana bisa pemalsuan alat bisa digunakan untuk kesehatan sehingga akan kita lakukan penyitaan kendaraan yang tidak sesuai dengan itu," ungkapnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT