Cerita AKBP Arif Ditegur Sambo gegara Tengok Posisi CCTV di Rumah Duren Tiga

ADVERTISEMENT

Cerita AKBP Arif Ditegur Sambo gegara Tengok Posisi CCTV di Rumah Duren Tiga

Zunita Putri - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 12:33 WIB
Jakarta -

Mantan Wakaden B Biro Paminal Propam Polri, Arif Rahman Arifin, mengaku ditegur Ferdy Sambo ketika dia mengunjungi rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, TKP pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Arif ditegur lantaran melirik posisi kamera CCTV di rumah Sambo.

Arif mengatakan dia mengunjungi rumah dinas Sambo TKP pembunuhan Yosua pada 9 Juli 2022. Diketahui, penembakan Yosua terjadi pada 8 Juli 2022.

Arif mengatakan dia diajak Kombes Agus Nurpatria selaku Kaden A Ropaminal ke TKP pembunuhan. Arif mengatakan saat dia tiba di rumah Duren Tiga di sana sudah ada Ferdy Sambo, Brigjen Benny Ali, Brigjen Hendra Kurniawan, dan sejumlah pejabat Propam Polri sedang duduk di garasi.

Arif mengaku saat itu tidak ikut duduk bersama pejabat Propam Polri. Dia hanya berdiri di depan garasi sambil melihat-lihat kamera CCTV yang ada di rumah Sambo di sekitar dia berdiri. Saat itulah momen Arif ditegur oleh Ferdy Sambo terjadi.

"Karena rombongan Pak Ferdy dan beberapa pejabat duduk di depan garasi saya berdiri di dekat garasi, Yang Mulia, di situ saya sempat melihat ada CCTV di garasi, CCTV kamera. Beliau (Ferdy Sambo) nanya 'kenapa lihat CCTV?' Saya bilang 'ini bagus Ndan kalau ada gambarnya', terus beliau bilang 'itu rusak'," ujar Arif dalam sidang di PN Jaksel, Senin (28/11/2022).

Saat ditegur, Arif mengaku langsung diam dan tidak berkomentar apa pun. "Kemudian saya diam Yang Mulia," ucap Arif.

Pada kejadian pembunuhan Yosua, 8 Juli 2022, Arif mengaku berada di RS Polri Kramat Jati. Arif mendampingi dokter melakukan autopsi.

Arif mengaku dia membelikan peti jenazah Yosua atas perintah Kombes Agus Nurpatria. Arif juga mengantarkan jenazah Yosua sampai Bandara Soekarno-Hatta untuk diberangkatkan ke Jambi.

"Disampaikan bahwasanya 'tolong nanti dikawal sampai di bandara, karena jenazah akan diberangkatkan di Jambi'. Selesai autopsi sudah masuk dalam peti, saya kirim laporan sementara yang diterima penyidik saya sempat foto dan kirimkan ke Kombes Agus," papar Arif.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(zap/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT